Pada 2016, tingkat kepercayaan diri terhadap pengetahuan keamanan siber Indonesia hanya 25,1 persen. Dari riset 7 negara APAC yang dijadikan responden, Indonesia menduduki peringkat kedua terbawah setelah India yang menempati posisi paling buncit.
IT Security Consultant PT Prosperita ESET Indonesia, Yudhi Kukuh menyambut baik peningkatan kepercayaan diri masyarakat Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peningkatan ini menunjukkan bahwa upaya keras semua pemangku kebijakan untuk menumbuhkan kesadaran keamanan pada pengguna internet di Indonesia berdampak positif. Insiden keamanan siber di Indonesia dalam rentang waktu 2016-2019 juga memiliki andil," kata Yudhi dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (10/7).
Bagi vendor keamanan siber dan pemerintah, angka 12 persen menghadirkan kesempatan untuk mengedukasi publik tentang keamanan siber.
"Angka 90 persen menunjukkan besarnya kemauan masyarakat untuk ingin belajar lebih
banyak dan selalu update tentang lanskap keamanan siber dan tindakan pencegahan apa yang dapat diambil," kata Yudhi.
Survei dilakukan terhadap dua ribu responden asal Indonesia. Jumlah responden yang ikut dalam survei berjumlah 14 ribu responden yang tersebar di tujuh negara Asia Pasifik, yaitu Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Thailand.
[Gambas:Video CNN] (jnp/age)