Anomali Pemicu Roket Pembawa Satelit Milik Arab Saudi Lenyap

CNN Indonesia | Jumat, 12/07/2019 06:00 WIB
Anomali Pemicu Roket Pembawa Satelit Milik Arab Saudi Lenyap Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan peluncuran roket komersial, Arianespace mengkonfirmasi hilangnya roket Vega yang membawa satelit FalconEye1 milik Arab Saudi. Peristiwa nahas ini terjadi dua menit setelah roket diluncurkan.

Anomali pada roket pendukung disebut menjadi penyebab roket menyimpang dari jalurnya ketika diluncurkan.

"Sebuah anomali besar terjadi, yang mengakibatkan hilangnya misi. Atas nama Arianespace, saya ingin menyampaikan permintaan maaf saya yang terdalam kepada pelanggan kami atas hilangnya muatan mereka dan memberi tahu mereka betapa saya menyesal," kata Wakil Presiden Eksekutif Misi, Operasi, dan Pembelian Luce Fabreguettes.


Anomali yang terjadi saat peluncuran roket Vega merupakan kegagalan pertama untuk pendorong roket (booster) yang usia pemakaiannya relatif muda.

Roket Vega yang diluncurkan untuk misi VV15 membawa satelit komunikasi dan pengamatan Bumi meluncur dari Pusat Antariksa Guyanadi Kouroue, Guyana, Prancis.

Fabreguettes mengatakan pihaknya akan melihat data dari peluncuran roket Vega dan menyelediki lebih jauh penyebab jatuhnya roket itu. Rencananya proses evakuasi roket Vega akan dilakukan pada Kamis (11/7) pukul 10.53 waktu setempat.

"Dari analisis data penerbangan pertama, kami akan mendapatkan informasi yang lebih tepat dalam waktu dekat dan kami akan berkomunikasi dengan semua orang secepatnya," jelasnya seperti dilansir Cnet.

Mengutip Space, jika menilik dari lintasan peluncuran saat siaran langsung roket nampak menyimpang dari jalur normal tak lama setelah lepas landas.

Sejumlah pengamat penerbangan mengungkapkan bahwa pendorong roket Vega nampak tidak menyala pada tahap kedua.

Misi FalconEye1 rencananya akan menjadi misi satelit pertama yang digunakan untuk pemantauan tanaman hingga manajemen bencana. Bersama FalconEye2, satelit seberat 1.200 kilogram ini rencananya disiapkan untuk mencitrakan tanah dalam panjang gelombang optik beresolusi tinggi.

[Gambas:Video CNN] (din/evn)