Dua Lubang Hitam Ditemukan Hampir Bertabrakan

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 11/07/2019 18:42 WIB
Dua Lubang Hitam Ditemukan Hampir Bertabrakan Ilustrasi (REUTERS/NASA/JPL-Caltech/Handout)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti telah mendeteksi dua lubang hitam masif yang akan bertabrakan. Pendeteksian ini dilakukan dengan teleskop ruang angkasa Hubble. Lokasi lubang hitam ini berjarak 2,5 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Kedua lubang hitam ini akan saling mendekat satu sama lain dan mengakibatkan riak besar dalam ruang dan waktu yang dikenal dengan sebutan gelombang gravitasional. Gelombang ini bisa dideteksi dari Bumi.

Para peneliti berharap gelombang gravitasi akibat penggabungan ini bisa dideteksi di Bumi lima tahun mendatang. Jika gelombang itu tidak terdeteksi lima tahun lagi, kemungkinan dua lubang hitam ini masuk dalam fase "final parsec", seperti dikutip Futurism.


Ini adalah fenomena dimana lubang hitam tak pernah benar-benar menyatu, melainkan hanya saling berputar satu sama lain selamanya. Beberapa astronom percaya begitu dua lubang hitam makin dekat mereka akan terus berputar dalam keabadian.

Jarak agar dua lubang hitm masuk dalam fase final parsec diperkirakan terjadi ketika dua lubang hitam mendekat hingga 1 parsec (3,2 tahun cahaya).

Dua lubang hitam yang ditemukan ini punya massa 800 kali lebih besar dari matahari. Lubang hitam ini ada di galaksi yang mengandung banyak lubang hitam, SDSS J1010+1413.

Galaksi ini menarik perhatian astronom karena kecerahannya yang luar biasa. Para peneliti lantas mengarahkan teleskop paling canggih, Hubble Wide Field Camera 3, mereka mendapati dua lubang hitam supermasif.

Lubang hitam supermasif biasanya ditemukan di tengah galaksi, termasuk di galaksi kita sendiri. Ketika akan bersatu, mereka melakukan tarian kematian, saling berputar antara satu sama lainnya, hingga akhirnya bergabung. Namun, para peneliti masih belum mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan lubang hitam untuk bergabung. Kemungkinan lain, mereka tak pernah bergabung sama sekali.

"Ini hal yang sangat memalukan bagi dunia astronomi, karena kita tidak tahu apakah lubang hitam supermasif memang bersatu," jelas Jenny Greene, profesor astrofisika di Princeton dan wakil penulis dari studi tersebut. "Untuk semua yang terlibat dalam fisika lubang hitam, ini adalah teka-teki lama yang belum kita pecahkan."

Ahli fisika menyarankan terdapat lebih dari 100 lubang hitam supermasif yang dekat dari bumi .

"Ini adalah contoh pertama adri lubang hitam masif yang kami temukan. Tapi kemungkinan akan masih banyak sepasang lubang hitam tambahan yang siap untuk ditemukan," jelas Michael Strauss, wakil penulis dari laporan departemen astrofisika Universitas Princetown, seperti dikutip CNet. (eks/eks)


ARTIKEL TERKAIT