Kedua lubang hitam ini akan saling mendekat satu sama lain dan mengakibatkan riak besar dalam ruang dan waktu yang dikenal dengan sebutan gelombang gravitasional. Gelombang ini bisa dideteksi dari Bumi.
Para peneliti berharap gelombang gravitasi akibat penggabungan ini bisa dideteksi di Bumi lima tahun mendatang. Jika gelombang itu tidak terdeteksi lima tahun lagi, kemungkinan dua lubang hitam ini masuk dalam fase "final parsec", seperti dikutip Futurism.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jarak agar dua lubang hitm masuk dalam fase final parsec diperkirakan terjadi ketika dua lubang hitam mendekat hingga 1 parsec (3,2 tahun cahaya).
Galaksi ini menarik perhatian astronom karena kecerahannya yang luar biasa. Para peneliti lantas mengarahkan teleskop paling canggih, Hubble Wide Field Camera 3, mereka mendapati dua lubang hitam supermasif.
"Ini hal yang sangat memalukan bagi dunia astronomi, karena kita tidak tahu apakah lubang hitam supermasif memang bersatu," jelas Jenny Greene, profesor astrofisika di Princeton dan wakil penulis dari studi tersebut. "Untuk semua yang terlibat dalam fisika lubang hitam, ini adalah teka-teki lama yang belum kita pecahkan."
Ahli fisika menyarankan terdapat lebih dari 100 lubang hitam supermasif yang dekat dari bumi .
"Ini adalah contoh pertama adri lubang hitam masif yang kami temukan. Tapi kemungkinan akan masih banyak sepasang lubang hitam tambahan yang siap untuk ditemukan," jelas Michael Strauss, wakil penulis dari laporan departemen astrofisika Universitas Princetown, seperti dikutip CNet. (eks/eks)