Pertama, jenis serangan Information Leakage. Direktur Deteksi Ancaman BSSN Sulistyo mengatakan jenis serangan ini berada pada peringkat pertama dengan jumlah 12,9 juta.
"Information Leakage terdapat kerawanan pada sistem yang menyebabkan informasi sensitif dapat diketahui oleh penyerang. Penyerang dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk menembus ke sistem," kata Sulistyo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (12/7).
Lihat juga:IMEI, Senjata 'Penumpas' Ponsel Ilegal |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, serangan Non-Browsing Client. Jenis serangan ini berjumlah 879,2 ribu serangan. Sulistyo menjelaskan jenis serangan ini penyerang menggunakan suatu pengais (crawler), atau suatu script yang membuat simulasi seolah-olah manusia yang mengakses sistem tersebut.
Keenam, Predictable Resource Location yakni serangan yang akan mengungkap secara paksa lokasi suatu file sensitif yang seharusnya tidak dipublikasikan. Jenis serangan ini berjumlah 338,4 ribu.
"Lokasi suatu file pada sistem yang mudah diprediksi sehingga memudahkan penyerang dalam melakukan serangan," kata Sulistyo. (jnp/age)