Spektr-RG diluncurkan ke luar angkasa dari Baikonur Cosmodrome Kazakhstan pada Minggu (14/7) pukul 05.30 waktu setempat.
Para peneliti memperkirakan roket ini bakal memakan waktu 100 hari untuk mencapai tujuan akhir yakni di Langrange Point 2, lokasi berjarak satu juta mil dari Bumi yang dijadikan lokasi studi yang dianggap stabil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kecoak Bakal Makin Susah Dibasmi |
Peneliti kedua negara menggunakan dua teleskop cermin sinar-X yakni ART-XC dan eROSITA. Teleskop Rusia ART-XC akan memeriksa energi sinar-X yang lebih tinggi hingga 30 keV (1 keV = kiloelektron volt setara dengan 1.000 elektron volt) sementara eROSITA dioptimalkan untuk kisaran energi 0,5 hingga 10 keV.
Data yang dihasilkan dua teleksop tersebut diperkirakan akan mengungkapkan lebih dari seribu inti galaksi dan beberapa ribu lubang hitam supermasif yang tersembunyi oleh awan tebal dan gas yang yang terkonsentrasi di sekitar cakram akresi.
NASA menargetkan misi IXPE dapat diluncurkan pada April 2021 dengan roket Falcon 9 dari Launch Complex 39A di Florida, AS. IXPE akan menerbangkan tiga teleskop ruang angkasa dengan detektor sensitif yang mampu mengukur polarisasi sinar-X kosmik.
Misi ini dilakukan untuk memudahkan para ilmuwan dalam mengamati objek seperti lubang hitam dan bintang neutron. Pengamatan ini dibutuhkan untuk lebih memahami jenis fenomena kosmik dan lingkungan ekstrem dua objek antariksa tersebut.
[Gambas:Video CNN] (din/evn)