Lokasi dan Waktu Terbaik Amati Gerhana Bulan Sebagian

CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 18:04 WIB
Lokasi dan Waktu Terbaik Amati Gerhana Bulan Sebagian Ilustrasi (REUTERS/Henry Romero)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gerhana Bulan parsial akan bertandang ke Indonesia pada Rabu (17/7) dini hari. Kepala Bidang Diseminasi Pussains LAPAN, Emanuel Sungging Mumpuni mengatakan masyarakat yang tinggal di bagian Barat Indonesia dapat menyaksikan fenomena ini.

Artinya, masyarakat yang tinggal di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah dapat melihat gerhana Bulan itu dimulai dari masuk bayangan umbra (bayangan yang paling gelap) pukul 03.01 hingga 05.59 WIB.

"Daerah Indonesia bagian Barat dapat menyaksikan sebagian besar atau seluruh tahapan gerhana bulan sebagian. Dari mulai masuk bayangan umbra pukul 03.01 WIB hingga keluar 5:59 WIB," kata Emanuel melalui pesan singkat yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (16/7).


"Daerah Tengah dan Timur tidak punya kesempatan untuk lihat bagian akhir gerhana karena bulan sudah keburu tenggelam," sambungnya.

Berikut jadwal lengkap proses terjadinya gerhana bulan malam ini.

a. 01:43 WIB: Kontak panumbra pertama.
b. 03:01 WIB: Kontak umbra pertama.
c. 04:31 WIB: Puncak gerhana.
d. 05:59 WIB: Kontak umbra berakhir.
e. 07:17 WIB: Kontak panumbra berakhir.

Lebih lanjut kata Emanuel, durasi gerhana Bulan sebagian akan berlangsung selama 2 jam 58 menit. Ini adalah durasi ketik Bulan masuk ke bayangan umbra atau bayangan tergelap Bumi.

Bagi Anda yang ingin menyaksikan langsung fenomena ini menggunakan mata telanjang, LAPAN mengatakan Bulan akan terlihat seperti Bulan purnama pada umumnya namun terpotong sebagian seperti Bulan sabit.

"Bisa dilihat [gerhana bulan sebagian] seperti bulan purnama umumnya, tapi agak terpancung [terpotong] seperti sabit karena terbayang," tutur Emanuel.

Ditanya apakah ada efek selain tingginya permukaan laut, Emanuel menyebut tidak ada efek lain yang signifikan. Selain itu, menurut dia tiap fenomena gerhana Bulan memiliki keunikan masing-masing. Gerhana Bulan kali ini dianggap unik karena Bulan tidak tertutup penuh.

"Setiap gerhana selalu punya keunikan tersendiri. Kali ini Bulan tidak tertutup penuh, jadi hanya terang sepotong," pungkasnya.

Jika Anda ingin melihat peristiwa gerhana Bulan sebagian lebih jelas, Planetarium Jakarta membuka pengamatan umum gratis. Peneropongan akan dilakukan menggunakan teropong utama yang dimulai sejak Selasa (16/7) pukul 21:00 hingga Rabu (17/7) pukul 06:00 WIB.

Gerhana Bulan terjadi ketika sebagian atau seluruh penampang Bulan tertutup bayangan Bumi. Hal ini terjadi ketika Matahari-Bumi-Bulan berada dalam satu garis lurus.

Ketika memasuki bayangan Bumi, Bulan kehilangan cahaya pantulan dari Matahari dan menyebabkan sebagian permukaannya tampak gelap. Saat terjadi gerhana Bulan, Bulan akan terlihat berwarna gelap, merah, tembaga, jingga, atau coklat.

[Gambas:Video CNN] (din/eks)