Artinya, masyarakat yang tinggal di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah dapat melihat gerhana Bulan itu dimulai dari masuk bayangan umbra (bayangan yang paling gelap) pukul 03.01 hingga 05.59 WIB.
"Daerah Indonesia bagian Barat dapat menyaksikan sebagian besar atau seluruh tahapan gerhana bulan sebagian. Dari mulai masuk bayangan umbra pukul 03.01 WIB hingga keluar 5:59 WIB," kata Emanuel melalui pesan singkat yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (16/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut jadwal lengkap proses terjadinya gerhana bulan malam ini.
b. 03:01 WIB: Kontak umbra pertama.
c. 04:31 WIB: Puncak gerhana.
d. 05:59 WIB: Kontak umbra berakhir.
e. 07:17 WIB: Kontak panumbra berakhir.
Bagi Anda yang ingin menyaksikan langsung fenomena ini menggunakan mata telanjang, LAPAN mengatakan Bulan akan terlihat seperti Bulan purnama pada umumnya namun terpotong sebagian seperti Bulan sabit.
"Bisa dilihat [gerhana bulan sebagian] seperti bulan purnama umumnya, tapi agak terpancung [terpotong] seperti sabit karena terbayang," tutur Emanuel.
Ditanya apakah ada efek selain tingginya permukaan laut, Emanuel menyebut tidak ada efek lain yang signifikan. Selain itu, menurut dia tiap fenomena gerhana Bulan memiliki keunikan masing-masing. Gerhana Bulan kali ini dianggap unik karena Bulan tidak tertutup penuh.
"Setiap gerhana selalu punya keunikan tersendiri. Kali ini Bulan tidak tertutup penuh, jadi hanya terang sepotong," pungkasnya.
Gerhana Bulan terjadi ketika sebagian atau seluruh penampang Bulan tertutup bayangan Bumi. Hal ini terjadi ketika Matahari-Bumi-Bulan berada dalam satu garis lurus.
Ketika memasuki bayangan Bumi, Bulan kehilangan cahaya pantulan dari Matahari dan menyebabkan sebagian permukaannya tampak gelap. Saat terjadi gerhana Bulan, Bulan akan terlihat berwarna gelap, merah, tembaga, jingga, atau coklat.
[Gambas:Video CNN] (din/eks)