Tak hanya di Indonesia, pendapatan ponsel di segmen ini juga terbesar dibandingkan segmen lainnya di negara berkembang lainnya.
Senior Brand Director Vivo Indonesia, Edy Kusuma mengatakan segmen pasar ponsel Rp2 jutaan adalah anak anak muda atau generasi milenial. Generasi ini menginginkan ponsel kamera selfie dan performa mumpuni dengan harga bersahabat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan alasan riset pasar inilah Vivo menyebut belum berencana untuk memboyong ponsel gaming iQOO di Indonesia. Ponsel ini sudah meluncur di India dan dibanderol seharga 31.790 rupee atau sekitar Rp6,5 juta. Padahal beberapa vendor ponsel lain telah melego ponsel gaming di Indonesia, seperti Asus ROG atau Pocophone dan Black Shark dari Xiaomi.
"Karena sekarang kita masih terus meneliti. Setiap hari kita lihat market kita di Indonesia. Market di Indonesia sangat dinamis sekali, ini (iQOO) kita juga lihat cocok atau tidak," tuturnya.
Lihat juga:Daftar Ponsel yang Dapat Pembaruan Android Q |
"Sampai detik ini kami masih belum berencana untuk memasukkan iQOO. Karena kita masih fokus dengan S1 yang juga baru launching hari ini," ujar Edy.
Edy mengatakan pihaknya selalu melakukan riset mendalam sebelum memasukkan suatu produk ke negara. Misalnya saja untuk menakar fitur-fitur dalam ponsel yang diminati oleh suatu pasar. (jnp/eks)