Vivo Sebut Ponsel Rp2-3 Juta Paling Diminati di Indonesia

CNN Indonesia | Rabu, 17/07/2019 12:37 WIB
Vivo Sebut Ponsel Rp2-3 Juta Paling Diminati di Indonesia Ilustrasi (CNN Indonesia/Eka Santhika Parwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Vivo menyebut pasar segmen ponsel Rp2 juta sampai Rp3 juta merupakan sumber pendapatan terbesar vendor ponsel di Indonesia karena paling diminati pengguna.

Tak hanya di Indonesia, pendapatan ponsel di segmen ini juga terbesar dibandingkan segmen lainnya di negara berkembang lainnya.

Senior Brand Director Vivo Indonesia, Edy Kusuma mengatakan segmen pasar ponsel Rp2 jutaan adalah anak anak muda atau generasi milenial. Generasi ini menginginkan ponsel kamera selfie dan performa mumpuni dengan harga bersahabat.


"Kalau kita bahas piramida ya target pasar di Rp 2 sampai 3 juta ini memang besar sekali. Di negara berkembang mana pun termasuk kita (Indonesia) memang untuk harga Rp2 jutaan masih tinggi," kata Edy saat peluncuran Vivo S1, Selasa (16/7).

Dengan alasan riset pasar inilah Vivo menyebut belum berencana untuk memboyong ponsel gaming iQOO di Indonesia. Ponsel ini sudah meluncur di India dan dibanderol seharga 31.790 rupee atau sekitar Rp6,5 juta. Padahal beberapa vendor ponsel lain telah melego ponsel gaming di Indonesia, seperti Asus ROG atau Pocophone dan Black Shark dari Xiaomi.

Edy menyebut pihaknya masih berusaha untuk menakar antusias dan permintaan masyarakat terhadap ponsel iQOO.

"Karena sekarang kita masih terus meneliti. Setiap hari kita lihat market kita di Indonesia. Market di Indonesia sangat dinamis sekali, ini (iQOO) kita juga lihat cocok atau tidak," tuturnya.

Selain itu di Indonesia, Vivo juga masih fokus terhadap peluncuran ponsel S1 yang baru saja diluncurkan. Edy mengatakan peluang IQOO menyentuh pasar Indonesia memang ada, namun tidak dilakukan dalam waktu dekat.

"Sampai detik ini kami masih belum berencana untuk memasukkan iQOO. Karena kita masih fokus dengan S1 yang juga baru launching hari ini," ujar Edy.

Edy mengatakan pihaknya selalu melakukan riset mendalam sebelum memasukkan suatu produk ke negara. Misalnya saja untuk menakar fitur-fitur dalam ponsel yang diminati oleh suatu pasar. (jnp/eks)