"Kami sediakan 13 teleskop. Masyarakat bisa meneropong secara langsung," kata Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukan dan Publikasi Planetarium dan Observatorium Jakarta, Eko Wahyu Wibowo, di Jakarta, Selasa malam (16/9).
Pengunjung yang datang harus bergantian menggunakan teleskop untuk melihat gerhana bulan, plus planet-planet lain, seperti Jupiter dan Saturnus. Di setiap teleskop, disediakan satu mentor yang akan memandu para pengunjung dalam meneropong bulan dan planet lain, mengingat posisinya yang selalu berubah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Planetarium dan Observatorium Jakarta mempersilakan masyarakat yang ingin melakukan peneropongan gerhana bulan secara langsung.
Selain pengamatan terhadap gerhana bulan sebagian, Jupiter, dan Saturnus, Planetarium dan Observatorium Jakarta juga menggelar diskusi tentang gerhana bulan.
Eko menambahkan masyarakat dapat mengikuti secara langsung proses gerhana bulan sebagian melalui live streaming (siaran langsung) dari Plaza Teater Planetarium dan Observatorium Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat, dini hari nanti. (age)