Komposisi pengguna .id adalah 96 persen dari dalam negeri dengan angka 304.126 ribu. Empat persen digunakan oleh pengguna di luar negeri dengan angka 13.964 ribu.
Bagi Ketua PANDI Periode 2019-2023, Yudho Giri Sucahyo mengatakan angka ini masih sangat kecil dibandingkan nama domain .co (Kolombia), .me (Montonegro) dan .tv (Tuvalu).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian nama domain dari Kolombia, .co telah digunakan oleh 2,1 juta pengguna. Padahal penggunaan .co di Colombia sendiri hanya sekitar 10 persen atau 210 ribu.
Yudho mengatakan masih banyak nama domain .id yang bisa digunakan oleh pengguna. Hal ini adalah senjata utama bagi PANDI agar pengguna mau menggunakan .id. Selain itu, Yudho mengatakan .id mewakili 'Idea' atau 'Identity' yang bisa digunakan oleh pengguna untuk membangun sebuah merek.
"Pasar di luar negeri masih sangat luas. Kelebihan Nama Domain .id yang merepresentasikan 'Idea' atau 'Identity' merupakan sebuah berkah tersendiri yang hanya dimiliki oleh Nama Domain .id, hal ini harus dimanfaatkan supaya penjualan di luar negeri meningkat dengan pesat," kata Yudho dalam acara Laporan Q1-Q2 PANDI di Jakarta Pusat, Rabu (17/7).
Lihat juga:Babak Baru Sengketa Domain BMW.id |
Mitra ini adalah sebagai perpanjangan tangan untuk memperluas pasar yang selama ini belum dijangkau secara maksimal oleh Registrar PANDI.
Selain itu, PANDI akan membuat situs web khusus untuk memuat konten yang mendukung aktivitas pemasaran di luar negeri. Hal ini dilakukan supaya informasi terkait Nama Domain .id bisa didapatkan secara maksimal oleh pengguna di luar negeri. (jnp/eks)