Namun, sejumlah pengguna di Kanada melaporkan jumlah like telah kembali muncul diunggahan mereka. Pihak Instagram langsung memberikan keterangan kepada jurnalis Tech Crunch bahwa tahap uji coba menyembunyikan jumlah like masih berlangsung di Kanada.
Dilansir CNET, saat ini Instagram tengah melakukan pengujian di Australia. Kepala Kebijakan Facebook untuk Australia dan Selandia Baru Mia Garlick mengatakan pihaknya berharap dengan fitur baru itu mengurangi rasa cemas pengguna saat mengunggah momen mereka di Instagram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sebuah studi di Inggris tahun 2017 menemukan bahwa lima dari jejaring sosial, Instagram adalah platform sosial media paling berbahaya bagi kesehatan mental anak muda. Diikuti Snapchat, Facebook, Twitter, dan Youtube diurutan kelima.
Pasalnya, pengguna kerap saling berlomba mengoleksi like dan menambah jumlah pengikut.
Adam Mosseri, kepala pimpinan Instagram mengatakan pihaknya akan fokus pada upaya menghindari perundungan dan sifat kompetitif dengan menempuh berbagai cara. Salah satunya yakni dengan menguji coba menyembunyikan jumlah 'like' pada unggahan dan fitur untuk membatasi interaksi dengan akun yang menebar kebencian.
Nantinya saat pengguna mengetikkan komentar, Instagram akan mendeteksi jika penggunaan bahasa dianggap kasar. Pengguna akan menerima peringatan agar berpikir dua kali sebelum berkomentar.
Sementara untuk pengguna akun, akan menerima opsi untuk memblokir akun tertentu yang bisa memberikan komentar. Namun, akun yang diblokir masih bisa melihat konten yang diunggah. (din/eks)