Video interaktif ini menampilkan animasi proses peluncuran roket Saturn V dari Kennedy Space Center, Florida pada 16 Juli 1969. Google melengkapi video interaktifnya dengan narasi suara Collins yang menceritakan petualangannya saat peluncuran hingga pendaratan kembali Apollo 11 ke Bumi.
Lewat blog resminya, Google menjelaskan jika proyek ambisius Apollo 11 melibatkan sedikitnya 400 ribu orang dari seluruh dunia mulai dari pekerja pabrik, ilmuwan, hingga para insinyur ahli di bidangnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam narasinya, Collins menerangkan jika ia menjadi satu-satunya awak yang tidak turun ke permukaan Bulan. Sebaliknya, ia mengaku menikmati masa-masa sendiri berada dalam modul yang mengelilingi Bulan.
[Gambas:Youtube]
Collins juga menerangkan proses pendaratan Armstrong dan Buzz pada 20 Juli 1969. Keduanya sempat berada dalam masa kritis lantaran wahana antariksa yang ditumpangi nyaris kehabisan bahan bakar dan komputer juga menunjukkan kesalahan kode.
Di tengah masa-masa sulit, Armstrong dan Buzz berhasil mengarahkan modul ke pendaratan di sebuah kawah yang dijuluki 'Silent Sea'.
Tak lama setelah mendarat, Armstrong menjejakkan kaki untuk pertama kalinya di permukaan Bulan. 'Langkah kecil' ini menjadi lompatan besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan hingga saat ini.
Setelah mengumpulkan sampel material Bulan, Armstrong dan Buzz kembali ke modul tempat yang selama beberapa hari 'dihuni' Collins.
Misi terakhir NASA dengan mengirim manusia ke Bulan terjadi pada 1972. Kendati demikian, eksplrasi ruang angkasa hingga kini terus berlanjut. AS berencana kembali ke pemukaan Bulan melalui misi Artemis yang melibatkan wanita pertama pada 2024 mendatang.
Misi ruang angkasa melahirkan serangkaian terobosan ilmiah, salah satunya pemindaian Computer Axial Tomography (CAT), Magnetic Resonance Imaging (MRI), hingga proses pengawetan makanan beku-kering.
[Gambas:Video CNN] (evn)