Menkominfo Rudiantara mengatakan saat ini Arab Saudi sedang menargetkan penambahan 10 juta jemaah umrah. Untuk itu mereka gencar melakukan pengembangan ekosistem bisnis digital penyelenggaraan perjalanan umrah.
"Saya ingin amankan 10 tahun kita dulu. Ini Arab Saudi saya lihat dia dengan mudah telepon siapapun yang punya aplikasi besar di dunia," kata Rudiantara saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, di kompleks parlemen, Jakarta Pusat, Senin (22/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka dengan mudah 'tolong bikinkan aplikasi umroh saya' (ke perusahaan di luar Indonesia) . Kalau begitu Indonesia akan menjadi pasar. Itu yang saya tidak mau," katanya.
"Saya tidak ingin Indonesia hanya menjadi pasar, dari aplikasi yang dikembangkan secara internasional. Karena kalau misalkan kita dapat tawaran misalkan dari aplikasi internasional terus bisa apa kita," kata Rudiantara.
Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salam (MbS) menargetkan pada 2030, jumlah jemaah umrah meningkat menjadi 30 juta.
Hingga saat ini, pengembangan ekosistem digital perjalanan umrah yang dilakukan Tokopedia dan Traveloka memang masih abu-abu. Akan tetapi, Rudiantara menjanjikan akan membahas aplikasi ini dalam setahun ke depan. Ia menggambarkan aplikasi umrah tersebut mencakup informasi dan pilihan layanan transportasi hingga penginapan selama perjalanan umrah. (jnp/eks)