Sebab, empat anak perusahaan Microsoft dituduh melanggar Undang-undang Praktik Korupsi Asing (FCPA).
Salah satu divisi perusahaan di Hungaria diduga memberikan diskon lisensi perangkat lunak kepada pengecer, distributor, dan pihak ketiga lainnya. Alih-alih memberikan diskon kepada pelanggan Microsoft, diskon itu digunakan untuk mendanai pembayaran yang tidak semestinya untuk pejabat pemerintah setempat guna mengamankan penjualan lisensi perangkat lunak Microsoft.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Microsoft Suntik Mati Gim Backgammon |
Menanggapi hal itu, Presiden Microsoft Brad Smith melalui laman blog resmi Microsoft mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang telah mencoreng nama baik perusahaan.
Smith melalui siaran pers-nya mengatakan berdasarkan pernyataan Departemen Kehakiman AS, telah disimpulkan bahwa antara tahun 2013 dan 2015 seorang eksekutif senior dan beberapa karyawan di Microsoft Hungaria melakukan pelanggaran untuk meningkatkan margin di saluran penjualan perusahaan.
"Kami sangat kecewa dan malu ketika kami pertama kali mengetahui tentang peristiwa ini beberapa tahun yang lalu, kami berharap bahwa semua langkah yang telah kami ambil termasuk penyelesaian hari ini mengirimkan pesan yang kuat," jelas Smith.
"Sebagai perusahaan, kami tidak mentolerir karyawan dan mitra yang dengan sengaja melanggar kebijakan yang mengarah ke masalah dasar terkait integritas bisnis."
Smith pun menegaskan saat ini pihaknya telah menerapkan transparansi diskon kepada pelanggan Microsoft. Tujuannya untuk memastikan bahwa nilai diskon tidak digunakan untuk tujuan lain.
(din/age)