Perancang Accord: Jangan Percaya Sepenuhnya 'Honda Sensing'

mik, CNN Indonesia | Rabu, 24/07/2019 08:35 WIB
Perancang Accord: Jangan Percaya Sepenuhnya 'Honda Sensing' Honda Accord generasi kesepuluh dilengkapi sistem Honda Sensing. (Foto: CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)
Karawang, CNN Indonesia -- Honda Accord generasi kesepuluh dilengkapi sejumlah fitur keselamatan aktif dan pasif demi meningkatkan keamanan dalam berkendara. Fitur-fitur yang dikemas dalam satu sistem tersebut belum pernah tersedia pada Accord model sebelumnya.

Assistant Large Project Learder of Honda Accord, Honda R&D Co. Ltd., Masao Nakano mengatakan bahwa sistem yang disebut 'Honda Sensing' itu cocok untuk kondisi jalan di Indonesia.

Pertama, sistem Honda Sensing meliputi berbagai fungsi seperti Collision Mitigation Brake System (CMBS) yang terintegrasi dengan Forward Collision Warning (FCW).


Pada fitur ini ada kamera dan radar sebagai 'mata ketiga' yang mampu memindai situasi di depan kendaraan. Fitur ini memerintahkan rem berfungsi secara otomatis menahan laju kendaraan untuk menghindari benturan dengan objek yang berada di depan Accord model terbaru.

"Fitur CMBS aktif sejak mesin mobil dinyalakan. Begitu mobil berhenti (mode CMBS bekerja), pengendara harus menginjak pedal rem, jika tidak mobil akan melaju setelah sekitar dua detik berhenti," ucap Nakano di Karawang, Jawa Barat, Selasa (23/7).

Kedua, fitur Road Departure Mitigation System (RDM). Fitur ini berfungsi saat kamera mendeteksi mobil keluar dari marka jalan tanpa menyalakan lampu sein. Apabila mobil tetap keluar dari jalurnya setelah mendapat peringatan audio-visual, maka sistem RDM akan mengatur arah setir dan melakukan pengereman secara otomatis agar mobil kembali ke jalur semula.

Tidak hanya itu, terdapat fitur Lane Keeping Assist System (LKAS) yang berfungsi membantu setir bergerak secara otomatis agar mobil tetap di jalurnya.

Sementara itu, fitur Adaptive Cruise Control (ACC) juga hadir untuk mendeteksi jarak mobil dengan kendaraan di depannya melalui Milimeter Wave Radar, sehingga mobil akan mengatur kecepatan secara otomatis tanpa harus menginjak pedal gas untuk mempertahankan jarak aman.

Kendati demikian Nakano menyarankan para pengendara jangan percaya sistem sepenuhnya pada sistem Honda Sensing. Sebab dalam kondisi cuaca tertentu, fitur keselamatan kebanggaan Honda ini tidak bekerja maksimal, seperti hujan atau berkabut.

"Sistem ini dibuat untuk membantu pengemudi menghindari potensi kecelakaan. Jadi jangan percaya dengan sistem," ucap Nakano.

Honda Accord ditopang mesin 1.500 VTEC Turbo yang mampu menyemburkan tenaga 190 PS (187 tenaga kuda) dan torsi maksimal 260 Nm pada 1.600-5.000 rpm. Diluncurkan pameran otomotif Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE, BSD, Tangerang, Kamis (18/7), sedan ini dijual Rp698 juta on-the-road. (mik)