Data-data tersebut merupakan data yang sering diminta oleh aplikasi fintech atau pinjaman online (pinjol) untuk verifikasi akun. Guna verifikasi akun tersebut agar bisa melakukan peminjaman uang dari aplikasi hingga menggunakan fitur Pay Later.
Warganet sempat melampirkan aksi para penjual data pribadi tersebut dalam sebuah thread di Twitter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Pengamat keamanan siber dari Vaksin.com Alfons Tanujaya membenarkan kabar jual beli data dari aplikasi pinjol tersebut.
Lihat juga:10 Cara Jitu YouTuber Tambah Subscriber |
"Tetapi fenomena yg terjadi karena menjamurnya aplikasi fintech maka penyedia layanan fintech terutama pinjol sudah menggunakan aplikasi template. Jadi mereka tidak membangun sendiri," jelas Alfons.
Konsekuensinya adalah template yang tidak secure membuat data pelanggan menjadi korban.
[Gambas:Video CNN] (age/age)