Lebih lanjut, Agus menjelaskan lemak pada daging lebih cepat menyerap kandungan zat yang membahayakan tersebut dari bagian daging lainnya.
"Daging kurban yang jelas-jelas dia berlemak banyak lemaknya maka kandungan material atau zat di dalam plastik itu lebih mudah mengkontaminasi makanan," jelas Agus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (29/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Plastik hitam itu terbuat dari plastik daur ulang, plastik itu macam-macam tidak hanya untuk kemasan pangan tapi dari kemasan bahan-bahan lain. Jadi tidak disarankan bersentuhan langsung dengan makanan karena sumbernya tidak pasti," tambahnya.
Ia mengatakan, diantara kandungan zat yang terdapat pada kantong plastik hitam tersebut ialah logam berat seperti timbal (Pb) yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa ada dua jenis kantong plastik yaitu food grade dan non-food grade. Plastik jenis food grade memang dibuat untuk bersentuhan langsung dengan makanan dan minuman sementara non-food grade sebaliknya.
Plastik food grade juga dikenal dengan plastik original ini dibuat dari kandungan zat adiktif yang aman bagi makanan.
Lihat juga:Siapkan Dana Haji Sedini Mungkin |
"Misal mau bungkus makanan, makanannya dibungkus dulu dengan kertas lalu dimasukkan ke kantong plastik hitam sehingga tidak bersentuhan langsung," tutur Agus.
Pasalnya, jika makanan terkontaminasi timbal dikonsumsi dalam jangka panjang, dapat menyebabkan gangguan pada manusia bahkan dapat menimbulkan kanker. (din/eks)