Dalam kurun waktu sembilan tahun (2010-2019), Gojek telah membantu mengurangi friksi kehidupan sehari-hari serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi, Gojek dapat membuka jutaan lapangan pekerjaan dan membuka akses pasar kepada lebih dari 300.000 ribu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Salah satu mitra pengemudi, Mulyono merasakan bagaimana pesatnya perkembangan Gojek selama sembilan tahun, dari sulit mencari pelanggan, sampai ia 'kebanjiran' order.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di 2015, Gojek baru memiliki tiga layanan yaitu GoRide, GoSend, dan GoMart. Seiring berjalannya waktu, Gojek pun mengeluarkan berbagai layanan lainnya yang saat ini sudah tak asing lagi di mata publik seperti GoFood, GoGlam, GoMassage, GoClean dan GoTix.
Setahun kemudian, Gojek pun merambah ke dunia fintech dengan peluncuran GoPay. Tentu saja Gojek tidak berhenti di 9 layanan yang sudah ada, tetapi terus berinovasi ke berbagai layanan lainnya.
Cerita lain datang dari Pingkan Irwin VP Head of Communication in Transport Marketing sebagai salah satu karyawan Gojek yang sudah bergabung sejak 2015, atau saat kantornya masih di jalan Ciasem, Kebayoran Baru. Ia bercerita timnya cuma terdiri dari lima orang dengan budget terbatas.
"Sudah terbiasa turun ke lapangan, banyak materi yang kita shoot sendiri dan bahkan tidak jarang modelnya adalah karyawan Gojek. Sekarang timnya sudah begitu besar, budget-nya juga sudah meningkat secara signifikan dan kita punya kesempatan untuk kerja sama dengan berbagai production house dan sutradara yang berpengalaman," ujar Pingkan.
"Dan rasanya sangat bangga ketika Gojek mulai dapat banyak penghargaan, baik sebagai perusahaan maupun penghargaan untuk campaign-campaign kita di Citra Pariwara," pungkasnya. (mik)