Padahal tidak semua kantong plastik mengandung bahan berbahaya, terlebih ketika digunakan untuk mengemas makanan. Mengutip laman Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terdapat tiga plastik dengan bahan baku yang ramah lingkungan.
Pertama, polietiline (PE) Degradable Grade Asrene. Bahan ini bakal terurai setelah terpapar sinar matahari atau tekanan dalam waktu satu hingga dua tahun. Plastik PE dapat digunakan sebagai tas belanja dan pembungkus barang lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, plastik dengan bahan tepung pati dan turunan minyak nabati. Penggunaan bahan alami tersebut akan memudahkan mikro organisme, organisme, dan air dalam mengurai plastik.
Selain itu bahan khitosan merupakan biomaterial berpotensi tinggi untuk dikompositkan dengan pati atau amilum sebagai bahan utama pembuatan komposit pati-khitosan. Khitosan sendiri merupakan senyawa yang tidak larut dalam air, larutan basa kuat, sedikit larut dalam HCU, HNO3, H3PO4, dan tidak larut dalam H2SO4.
Kantong plastik hitam mengandung zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan seperti logam berat timbal (Pb). Timbal ini dapat dengan mudah berpindah ke makanan, terlebih jika makanan dalam keadaan panas.
Jika makanan terkontaminasi timbal dikonsumsi, dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan hingga menimbulkan kanker. Sebagai solusi mudah, masyarakat diimbau menggunakan kantong plastik yang transparan.
[Gambas:Video CNN] (din/evn)