Bus Listrik Transjakarta Masih Menunggu Lulus Uji Tipe

ctr, CNN Indonesia | Kamis, 01/08/2019 20:47 WIB
Bus Listrik Transjakarta Masih Menunggu Lulus Uji Tipe Salah satu bus listrik Transjakarta. (CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyampaikan masih melakukan uji coba daya tempuh bus listrik yang dikelola PT TransJakarta. Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo menjelaskan tujuan uji coba itu untuk melihat dan menyesuaikan bus listrik dengan kondisi lingkungan Jakarta.

"Apa dia bisa menempuh 200 kilometer per hari, bagaimana pengisian dayanya, operasinya bisa berapa lama," kata Syafrin saat dihubungi, Kamis (1/8).

"Ini yang harus kita lihat dan disesuaikan dengan kondisi Jakarta," lanjut dia.


Sambil melakukan ujicoba, Syafrin bilang bus listrik sedang menunggu perizinan uji tipe. Disebut Syafrin, perizinan bus listrik lebih susah ketimbang perizinan mobil listrik karena bus memiliki komponen yang lebih kompleks.

Syafrin mengatakan pihaknya juga sedang memastikan pelayanan masyarakat tidak terganggu meski menggunakan mobil listrik. Pemerintah sedang menyesuaikannya dengan kebiasaan masyarakat di Ibu Kota, mulai dari sistem pengisian daya hingga operasional.

"Teknologinya harus proven ya, jangan sampai Jakarta malah jadi tempat parkir bus listrik karena kehabisan daya di jalan. Lalu untuk mengisinya butuh waktu lama, layanan untuk masyarakat terganggu," tegas dia.

"Kita menggunakan teknologi ramah lingkungan tetapi mengabaikan layanan untuk masyarakat," lanjut dia.

Saat ini transportasi umum yang menggunakan kendaraan listrik telah dilakukan oleh perusahaan swasta Blue Bird. Ada 25 mobil listrik yang telah lulus uji tipe dan sudah digunakan melayani masyarakat.

Bus Listrik untuk Polusi

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menyatakan bakal mendukung sepenuhnya program pemerintah yang mewujudkan bus listrik. Yuke mengatakan polusi udara di Ibu Kota sudah sangat mengkhawatirkan.

Menurut Yuke perlu ada langkah khusus dan serius dari Pemprov DKI Jakarta untuk menindaklanjuti isu polusi dengan memanfaatkan alat transportasi listrik.

Namun Yuke menggarisbawahi, Pemprov DKI harus siap dengan pengadaan infrastruktur pendukung dari transportasi listrik tersebut.

"Infrastrukturnya juga harus disiapkan. Misalnya pos-pos untuk men-charger dan sebagainya," kata Yuke kepada CNNIndonesia.com, Kamis (1/8).

Selain mempersiapkan infrastruktur, Yuke meminta agar pemerintah melanjutkan mengedukasi masyarakat untuk terus sadar menjaga udara. Beberapa caranya dengan tetap mengampanyekan mengurangi kendaraan pribadi dan menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan.

"Sehingga masyarakat nanti juga sadar untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, memilih BBM yang ramah lingkungan, jarak dekat dia bisa berjalan kaki, atau alternatif lain menggunakan kendaraan listrik, motor listrik, sepeda listrik dan sebagainya," tutup dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyinggung Anies terkait polusi udara di Jakarta. Ia menyarankan Anies memperbanyak moda transportasi umum berupa bus listrik guna mengurangi polusi udara di Ibu Kota. Dia mengaku bakal menyampaikan itu kepada Anies.

"Ya mestinya sudah dimulai, kita harus mulai segera, paling tidak (perbanyak) transportasi umum, bus-bus (listrik). Nanti akan saya sampaikan ke gubernur (Anies Baswedan)," kata Jokowi di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Kamis (1/8). (ctr/fea)