Reuters mengutip dari Global Times, perangkat dengan sistem operasi Hongmeng dijual dengan harga 2.000 yuan atau setara dengan Rp4 juta. Perangkat ini akan menyasar segmentasi menengah ke bawah.
Munculnya Hongmeng dinilai menjadi langkah besar untuk Huawei, sebagai pembuat smartphone terbesar kedua di dunia. Pasalnya, tindakan pemerintah AS yang mengancam akses terhadap Android dari Google membuat Huawei harus mengambil tindakan.
Lihat juga:Huawei Daftarkan Paten OS Harmony |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak Mei, Huawei telah menjadi pusat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China. Presiden Donald Trump menempatkan perusahaan itu di daftar entitas yang secara efektif melarang pemasok Amerika untuk menjual barang ke perusahaan dalam daftar tersebut.
Perusahaan riset pasar Canalys mencatat penjualan ponsel pintar merosot di luar negeri,sementara pengirimannya di China meningkat 31 persen YoY di kuartal Juni.
Analis mengaitkan kinerja yang kuat 'dalam negeri' sebagian karena kualitas perangkatnya, yang telah lama memimpin pasar ponsel Android kelas atas China, dan sebagian karena patriotisme di antara konsumen.
[Gambas:Video CNN] (age)