Selain menggunakan tenaga bahan bakar fosil, sejumlah ahli mengembangkan energi alternatif untuk menghasilkan listrik. Mengutip dari berbagai sumber, berikut lima energi alternatif yang dapat menghasilkan listrik.
Matahari
Energi matahari menjadi sumber energi yang dapat diperbarui dan diperoleh secara cuma-cuma. Matahari merupakan reaktor nuklir yang besar dan di dalam inti matahari, reaksi fusi nuklir menghasilkan jumlah energi yang besar yang memancar keluar dari permukaan matahari dan ke luar angkasa dalam bentuk cahaya dan panas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biomassa merupakan energi organik yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan sampah sisa makanan yang bisa diperbarui. Energi ini juga tersimpan dari matahari, termasuk tanaman yang menyerap energi matahari melalui proses fotosintesis.
Angin
Seperti halnya matahari, angin juga menjadi sumber energi yang sedang gencar dikembangkan di beberapa negara. Proses pembentukan energi angin berasal dari turbin angin yang mengubah energi kinetik yang terdapat dalam angin menjadi energi mekanik.
Energi mekanik tersebut dapat digunakan untuk menggiling biji-bijian atau memompa air. Generator untuk energi angin dapat mengubah energi mekanik menjadi listrik yang disalurkan ke rumah-rumah, sekolah, perkantoran, dan sebagainya.
Energi nuklir berasal dari atom uranium yang terpecah di dalam reaktor untuk memanaskan air menjadi uap. Kegiatan ini digunakan generator turbin untuk menghasilkan listrik. Sekitar 20 persen listrik yang mengaliri Amerika Serikat menggunakan tenaga nuklir.
Situs Duke Energy mencatat pembangkit listrik bertenaga nuklir tidak menggunakan dan membakar bahan bakar, sehingga prosesnya tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca.
Geotermal
Pembangkit listrik tenaga panas bumi (geotermal) menggunakan uap yang dihasilkan waduk air panas yang terletak beberapa mil di bawah permukaan bumi, untuk menghasilkan listrik. Uap tersebut membantu untuk memutar turbin dan dapat mengaktifkan generator yang menghasilkan listrik.
[Gambas:Video CNN] (hrd/evn)