Seorang pengemudi Grabcar, Agus mengatakan dirinya seharian tidak bisa mencari uang lantaran sistem Grab dan Gojek mati sebagai imbas pemadaman listrik.
Ia menyayangkan kejadian tersebut terjadi saat akhir pekan, di saat pesanan biasanya meningkat lantaran orang hendak ke luar rumah untuk ke pusat perbelanjaan atau tempat wisata. Nahas, pemadaman listrik pada Minggu memupuskan keinginan para pengemudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita habis antar penumpang tidak bisa dapat order lagi tahu-tahu blank. Aplikasi tak bisa," ucapnya.
Selain Agus, pengemudi Grabcar bernama Yulianto juga merasakan kerugian serupa. Ia mengatakan pemadaman listrik membuatnya tidak bisa mendapatkan uang Rp700 ribu yang seharusnya bisa ia dapatkan saat akhir pekan.
"Saya kalau weekend biasa narik dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Kalau weekend bisa dapat Rp600 ribu sampai Rp700 ribu," katanya.
"Jadi saya sudah ambil pesanan. Ketika saya sudah mengarah ke titik jemput, tiba tiba selular mati. Tapi aplikasi dan GPS saya masih menyala, ya akhirnya saya tak ambil" ujarnya.
Pemadaman listrik terjadi di wilayah Jakarta dan sebagian Banten, Jawa Barat, serta Jawa Tengah, pada Minggu (4/8). Bahkan beberapa wilayah masih padam hingga Senin (5/8) pagi.
PLN sebelumnya menjelaskan bahwa penyebab pemadaman listrik adalah karena ada gangguan pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV. Hal ini mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan.
[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)