Dilansir dari CNN, satelit besar seperti satelit komunikasi dan militer merupakan inti dari bisnis yang dijalani SpaceX. Namun, saat ini satelit berukuran kecil lebih diminati daripada ukuran besar.
Melalui email, SpaceX menjelaskan rencana mereka agar mampu memenuhi kebutuhan operator satelit kecil. Ukuran satelit kecil cukup beragam. Mulai dari sebesar ponsel hingga seukuran lemari es.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Elon Musk Bawa Teknologi Hyperloop ke China |
Umumnya satelit kecil dapat mencapai orbit dengan cara mengikuti satelit yang lebih besar. Belum lagi daftar tunggu peluncuran tidak dapat diprediksi sehingga mendorong industri peluncuran untuk melayani langsung satelit kecil.
Analisis Northern Sky Research Leena Pivovarova mengatakan program rideshare milik SpaceX ini mampu menarik perusahaan-perusahaan satelit kecil.
Namun, Pivovarova mencatat bahwa masih ada pertanyaan yang belum terjawab terakit program terbaru SpaceX ini, seperti bagaimana hal tersebut akan cocok dengan misi satelit kecil ke dalam daftar panjang satelit yang akan diluncurkan.
Menurut laman SpaceX pada Senin (07/08), SpaceX berencana untuk meluncurkan satu perjalan khusus per tahun mulai akhir 2020 atau 2021. Setiap misi akan melakukan perjalanan menuju orbit sun-synchronous yang berjarak sekitar 500 hingga 600 kilometer di atas permukaan bumi.
[Gambas:Video CNN]
SpaceX diperkirakan akan terus meluncurkan satelit komunikasi besar dan muatan militer juga diharapkan tetap menjadi inti dari bisnisnya.
Namun, presiden dan COO SpaceX, Gwynne Shotwell, mengakui bahwa bisnis peluncuran belum tumbuh seperti yang diharapkan. Dari rencana meluncurkan 30 hingga 40 roket pada 2018, hanya ada 21 peluncuran yang berhasil dilakukan.
"Kami pikir pasar komersial akan berkembang ke sana, tetapi saat ini kami memiliki banyak kapasitas untuk meluncurkan sistem Starlink kami," kata Shotwell, menurut SpaceNews.