Cara Honda Sesuaikan Gaya Konsumen Kekinian Beli Motor

fea, CNN Indonesia | Rabu, 07/08/2019 04:56 WIB
Cara Honda Sesuaikan Gaya Konsumen Kekinian Beli Motor Pengunjung menduduki Hond ADV 150 di GIIAS 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penjual sepeda motor terbanyak di Indonesia, Astra Honda Motor (AHM), menyadari ada banyak konsumen yang harus dilayani dengan karakter berbeda-beda. Sebab itu, perusahaan terus beradaptasi sambil membenahi layanan konsumen, salah satu caranya dengan terus membenahi jaringan pemasaran.

Pada 2018, penjualan motor di Indonesia mencapai 6,3 juta unit, sekitar 74 persen atau 4,7 juta unit merupakan merek Honda. Saat ini AHM menawarkan motor Honda harga puluhan juta rupiah hingga miliaran rupiah yang setiap produknya ditujukan untuk beraneka konsumen.

"Sekarang ini konsumen kami terdiri dari baby boomers, kemudian ada generasi X, Y, milenial, dan Z. Tentu saja kami melihatnya dari berbagai aspek," ucap General Manager Honda Customer Care Center (H3C) Division Istiyani Susriyati, di Jakarta, Selasa (6/8).


Menurut Istiyani, perusahaan mengamati cara konsumen kekinian membeli sepeda motor yang dia ungkapkan semakin mudah karena kemajuan zaman. Meski begitu AHM dikatakan juga tetap memperhatikan konsumen konvensional.

"Kalau kita lihat sekarang ini masa yang paling gampang, karena apa? Kadang kalau orang makan pun lupa berdoa, yang dilakukan potret dulu. Kenapa? Karena semua larinya kalau enggak ke teori Maslow (teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow) larinya adalah ke aktualisasi diri, bukan biologis. Nah jadi ini juga kita lihat," ucap Istiyani.

Salah satu cara AHM beradaptasi soal hal itu adalah rutin menggelar Kontes Layanan Honda Nasional (KLHN). Kontes ini merupakan pengujian buat para ujung tombak Honda yang berada di jaringan pemasaran termasuk layanan bengkel.

AHM saat ini punya lebih dari 1.800 dealer dan sekitar 2.000 unit Astra Honda Authorized Service Station (AHASS). Sebanyak 5.888 peserta mengikuti kontes yang pada tahun ini digelar untuk yang ke-13 kali, sementara itu 169 orang lulus untuk diuji di tingkat nasional.

"Ini menjadi salah satu materi uji kami," ucap Istiyani.

Tema kontes pada tahun ini dikatakan punya tiga harmonisasi, yaitu teknologi, konsumen, dan internal. Harmonisasi teknologi dikatakan AHM memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan pendekatan ke konsumen.

Harmonisasi konsumen maksudnya memanfaatkan database konsumen yang dimiliki AHM untuk pendekatan, personalisasi, dan mensegmentasi konsumen sehingga muncul hubungan yang terus berkelanjutan. Terakhir, harmonisasi internal yaitu menyinergikan kerja sama tim.

"Kesimpulannya kita tidak bisa diam, tidak hanya di AHM. Karena konsumen selalu berubah, cepat sekali, teknologi juga berubah, cepat sekali," kata Istiyanti. (fea)