Perkiraan ditempatkannya panel surya pada ponsel ini tampak dari gambar bagian belakang ponsel yang dilengkapi dengan kisi-kisi. Penempatan panel surya ini diperkirakan untuk memenuhi permintaan pasar yang haus akan baterai ponsel yang lebih tahan lama.
Namun, dalam paten itu tidak dijelaskan apakah panel surya ini digunakan untuk membantu memberi tenaga tambahan pada ponsel dalam jangka waktu lama atau sekedar memberi tenaga cadangan saat kondisi darurat, seperti dilaporkan Notebook Check.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak tampak juga adanya pop-up kamera pada ponsel ini. Sehingga diperkirakan ponsel ini menggunakan kamera depan bawah layar. Teknologi kamera bawah layar ini memang tengah dikembangkan saat ini.
Selain Xiaomi, terdapat sejumlah pemanufaktur ponsel lain yang tengah mengembangkan ponsel yang menggunakan panel surya. Contohnya pemanufaktur ponsel asal Rusia, Caviar.
Tahun lalu pemanufaktur ini telah merilis ponsel dengan panel surya untuk ponsel yang disebut iPhone X Tesla. Lebih lawas lagi, Samsung sempat meluncurkan Guru E1107 pada 2009 yang juga terintegrasi dengan panel surya.
Efisiensi panel surya untuk menghasilkan energi saat ini memang tidak begitu mencengangkan. Pasalnya, panel surya terbaik pun nilai efisiensi untuk mengubah energi matahari menjadi listrik baru bernilai 20 persen saja.
Ini berarti setiap meter persegi panel surya bisa menghasilkan 400 kWh per tahun dari total cahaya matahari sebesar 2000 kWh per tahun. Nilai ini diperoleh berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, pada daerah dengan intensitas matahari yang tinggi di Colorado tengah, AS. Panel surya akan memproduksi lebih sedikit cahaya di daerah yang lebih teduh dan berawan.
(eks/eks)