8 Hoaks dan Disinformasi Gempa Banten dan Listrik Mati

CNN Indonesia | Jumat, 09/08/2019 09:57 WIB
8 Hoaks dan Disinformasi Gempa Banten dan Listrik Mati Ilustrasi pemadaman listrik (blackout). (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) merilis sejumlah informasi palsu (hoaks) dan informasi salah (disinformasi) terkait gempa bumi Banten dan pemadaman listrik (blackout).

Dalam temuannya, Kominfo mencatat setidaknya ada delapan hoaks dan disinformasi terkait dua kejadian yang terjadi dalam selang dua hari tersebut. Mengutip situs resminya, berikut hoaks dan disimformasi yang dirilis Kominfo.

PLN lakukan pemadaman bergilir 3 jam sekali


Hoaks beredar menyebut jika PLN akan melakukan pemadaman pergilir setiap tiga jam sekali setelah pemadaman massal pada Minggu (5/8).

Faktanya Vice President Publik Relation PT PLN (Persero) Dwi Suryo Abdullah mengatakan,  kabar pemadaman listrik bergilir setiap 3 jam tersebut tidak benar. Menurutnya, pihak PLN terus berupaya melakukan pemulihan di sejumlah wilayah.

Pemadaman listrik di Jawa Tengah dan DIY

Informasi pemadaman listrik di Jawa Tengah dan DIY dikabarkan telah beredar di grup WhatsApp sejak Selasa (6/8).

Faktanya PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY membantah informasi tersebut. Penjelasan terkait isu tersebut disampaikan Klarifikasi disampaikan melalui akun resmi Instagram PLN Unit Induk Distribusi Jateng dan DIY (@pln.jatengdiy).

Berita daring berjudul 'Akibat Pemadaman Listrik PLN, 350 Ribu TKI Ilegal dari China Masuk Indonesia'

Beredar tangkapan layar (screenshot) di media sosial dan percakapan WhatsApp yang seakan-akan ditayangkan oleh Detik.com.

Faktanya, penelusuran Kominfo di laman Detik.com tidak menemukan berita dengan judul serupa.

8 Hoaks dan Disinformasi Gempa Banten dan Listrik MatiWarga Banten sempat panik saat gempa terjadi pada Jumat (2/8). (Foto: ANTARA FOTO/Sofi Mahalili)

Air Surut 15 meter di Pelabuhan Banten

Beredar video yang memperlihatkan proses evakuasi di Pelabuhan Banten. Narasi dalam video menyebutkan air laut surut mencapai 15 meter pascagempa Banten.

General Manager Pelabuhan Banten, Agus Hendriyanto tidak menyangkal jika terjadi air surut di Pelabuhan Banten. Namun ia mengatakan narasi dalam video tersebut hoaks.

Eyang Ibung, seorang peramal yang memprediksi gempa Banten

Pemilik akun Facebook, Eyang Ibung meramalkan gempa akan terjadi 4 jam mendatang.

Faktanya, Pelaksana harian Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),Agus Wibowo mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai ramalan Eyang Ibung. Hal itu lantaran hingga kini gempa bumi tidak bisa diprediksi.

Akumulasi Energi Patahan Sunda Hampir Kritis

Beredar informasi yang diklaim berasal dari grup Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) soal akumulasi energi patahan Sunda yang disebut hampir kritis.

Informasi itu menyebut bahwa jarak antara gempa yang semakin pendek dan gunung Tangkuban Parahu yang aktif menjadi indikasi akumulasi energi Sunda Megathrust sudah hampir kritis. Jika mencapai titik kritis, disebut bisa memicu gempa bermagnitudo 9,0 yang memicu aktivitas sesar Baribis dan sesar Lembang.

Kabid Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami, BMKG Daryono mengonfirmasi jika informasi tersebut hoaks karena tidak ada yang tahu patahan Sunda dalam kondisi kritis.

Bandung Electronic Center (BEC) Runtuh

Beredar isu jika tangga di gedung BEC runtuh.
Faktanya, Kapolsek Sumur Bandung, Kompol Ari Purwanto memastikan hal tersebut tidak terjadi.

Gedung RSUD Sumedang Retak-retak Pascagempa Banten

Muncul kabar jika gedung RSUD Sumedang lantai 4, 5, 6, dan 7 retak-retak pascagempa Banten bermagnitudo 6,9.

Setelah ditelusuri, Kominfo memastikan informais tersebut tidak benar.

[Gambas:Video CNN] (ndn/evn)