Dilansir dari Cnet, perusahaan tersebut bernama Hyp3r. Selain itu, Hyp3r juga dilaporkan mengumpulkan Instagram Stories yang sesungguhnya dirancang menghilang setelah 24 jam dan tidak dapat diakses di Application Programming Interface (API) Instagram.
"Tindakan Hyp3r tidak disetujui dan melanggar kebijakan kami. Sebagai hasilnya, kami telah menghapusnya dari platform kami. Kami juga telah melakukan perubahan produk yang seharusnya membantu mencegah perusahaan lain dari mengumpulkan (scrapping) halaman lokasi publik dengan cara ini," kata juru bicara Instagram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemutusan kerja sama dengan Hyp3r juga membuat Instagram harus melakukan pembaruan ke platform. Pembaruan ini memutus akses ke halaman tersebut apabila pengguna tidak log-in ke akun Instagram.
"Hyp3r adalah dan selalu menjadi, sebuah perusahaan yang memungkinkan pemasaran yang otentik dan menyenangkan yang sesuai dengan peraturan privasi konsumen dan Ketentuan Layanan jejaring sosial. Kami tidak melihat konten atau informasi apa pun yang tidak dapat diakses secara publik oleh semua orang secara online," kata CEO Hyp3r, Carlos Garcia
Sebelumnya, pemilik Instagram, Facebook telah diawasi pengawasan sejak tahun lalu karena masalah Cambridge Analytica. Perusahaan tersebut menyalahgunakan data pengguna Facebook menjelang pemilihan presiden AS 2016.
Sejak itu, CEO Facebook Mark Zuckerberg telah bersaksi di depan Kongres dan Parlemen Eropa untuk menjelaskan penanganan data pengguna Facebook. (eks/eks)