Dilansir dari New York Post, saham perusahaan melonjak sebanyak 29 persen dalam perdagangan intraday sebelum mengakhiri berakhir dengan angka 24 persen, menjadi US$ 91,77 per saham.
Angka ini melebihi perkiraan para analis yang memperkirakan Tinder hanya bisa menggaet 392 ribu pengguna pada kuartal kedua 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Eksekutif Match Mandy Ginsberg menyebut kinerja kuat Tinder di Jepang, di mana unduhan aplikasi meningkat 60 persen. Ia mengatakan Tinder siap untuk tumbuh lebih karena popularitas kencan online meningkat.
Dilansir dari Bloomberg, monetisasi aplikasi kencan ini masih sangat awal. Pasalnya masih ada 600 juta orang single di dunia apabila dibandingkan dengan pelanggan berbayar Tinder dengan Angka 5,2 juta.
"Pasar internasional terus mendorong pertumbuhan tetapi merek non-Tinder turun tiga pada kuartal tersebut dan Match akan membutuhkan merek lain untuk berkontribusi agar dapat mempertahankan pertumbuhan beberapa tahun, kata Analis Brent Hill. (eks/eks)