Dilansir dari BBC, peneliti Oded Vanunu mengatakan kepada BBC bahwa alat itu memungkinkan orang jahat untuk memanipulasi sebuah pesan. Alat ini bisa membuat seseorang yang misalnya berisi 'Nama saya A' menjadi 'Nama saya B'.
"Ini adalah kerentanan yang memungkinkan pengguna jahat untuk membuat berita palsu dan membuat penipuan," jelas Vanunu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Youtube]
Celah keamanan itu telah berhasil diperbaiki oleh Facebook.
Facebook yang notabene pemilik WhatsApp belum memberikan komentar soal masalah ini. Vanunu mengatakan Facebook telah memberi tahu mereka bahwa masalah lain tidak dapat diselesaikan karena 'keterbatasan infrastruktur' di WhatsApp.
Dilansir dari Forbes, dalam celah keamanan lainnya penjahat bahkan bisa mengubah identitas pengguna untuk mengubah identitas pengirim pesan dengan menggunakan fungsi 'kutipan atau quote'.
Lihat juga:4 Fitur Anyar di Samsung Galaxy Note 10 |
"Pesan instan adalah teknologi penting yang melayani kami sehari-hari, kami mengelola kehidupan pribadi dan profesional kami di platform ini dan itu adalah peran kami dalam industri untuk mengingatkan tentang skenario yang mungkin mempertanyakan integritas," kata Vanunu.
[Gambas:Video CNN] (jnp/age)