Hutan yang diduga berasal dari era Devon tersebut memiliki luas sekitar 250 ribu meter persegi. Fosil ditemukan di sebuah hutan dekat kota Xinhang, Provinsi Anhui, China.
Hannah Osborne dari Newsweek menuliskan fosil pohon zaman purba tersebut terlihat di dinding tambang tanah liat Jianchuan dan Yongchuan. Tampilan pohon tersebut termasuk batang dan struktur yang menyerupai biji pinus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Maya Wei-Haas dari National Geographic melaporkan bahwa sulit untuk mengukur ketinggian pohon lycopsid karena banyak dari puncaknya patah selama fosilisasi.
Kemungkinan hutan tersebut pernah menjadi bagian dari rawa pantai yang secara berkala terendam banjir. Banjir itu, diyakini, mengubur pohon di sedimen, yang memungkinkan mereka menjadi fosil. Sebelumnya, fosil hutan periode Devon telah ditemukan di Amerika Serikat dan Norwegia.
Hal yang paling menarik bagi peneliti dari penemuan ini adalah bagian akar tumbuhan yang lebih maju dibandingkan apa yang dibayangkan sebelumnya tentang tumbuhan pada periode devon.
"Inilah yang memicu Revolusi Industri," ujar paleobotanis Universitas Cardiff Christopher Berry kepada Wei-Haas.
"Ini adalah dasar dari peradaban kita saat ini; struktur [akar] kecil ini, yang kita lihat pertama kali di hutan ini," tambahnya.
"Temuan terus menerus dari fosil pohon baru ini sangat fantastis. Seperti pepatah lama, yang terbaik selalu yang berikutnya," tutup Deming Wang dari Universitas Peking, penulis dari jurnal Current Biology, dalam siaran pers. (age)