Setiap jenis kendaraan punya potensi kecelakaan, oleh sebab itu setiap orang yang berada di balik kemudi harus mengenal situasi di mana dirinya masuk dalam bahaya.
Sebagian orang menilai sepeda motor menjadi kendaraan yang aman dan efisien, namun tidak sedikit juga menjawab bila mobil merupakan moda transportasi paling 'aman'. Sebelum mulai membahasnya, sebaiknya kita ulas data kecelakaan yang melibatkan sepeda motor di Amerika Serikat (AS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Oli Mesin Tidak Digunakan Dalam Waktu Lama |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari data tersebut bisa diasumsikan bila mengendarai sepeda motor sangat beresiko dari mobil pribadi. Hal ini karena motor didesain tanpa rangka pelindung sehingga pengendara atau penumpangnya bisa terpental jika terjadi kecelakaan.
Kondisi korban bertambah parah ketika setelah mendapat benturan kedua, atau dihantam kendaraan lain setelah terpental dari motornya.
Lihat juga:Kelemahan Fitur 'Keyless Entry' Mobil |
Kendati sepeda motor lebih berisiko dan 'mengancam' jiwa, namun kita bisa meminimalisir cedera dengan menggunakan berbagai pelindung diri.
Pelindung diri itu berupa celana panjang, sepatu, sarung tangan, dan yang terpenting helm. Data NHTSA bilang helm menyelamatkan 1.772 nyawa pada 2015.
Mengutip howstuffworks bila kecelakaan roda dua punya berbagai tingkatan tergantung jenis sepeda motor. 'Kuda besi' yang dilengkapi mesin berukuran besar (600 cc ke atas) potensi menyebabkan kematian empat kali lebih tinggi daripada roda dua jenis standar. Ini imbas mesin bertenaga besar sehingga membuat setiap rider penasaran dengan kemampuan akselerasi motor.
"Kalau sepeda semua jelas ya, kalau motor ini kadang kencang, kadang pelan. Nah hal itu yg bisa kita simpulkan bahwa motor adalah kendaraan paling berbahaya," tutup Sony. (ryh/mik)