Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin mengatakan hujan meteor perseid kali ini bisa diamati mulai Senin hingga Selasa (13/8) malam. Namun, jumlahnya cenderung berkurang dibandingkan fenomena serupa di tahun-tahun sebelumnya.
"Puncak hujan meteor perseid pada 12-13 Agustus, di luar tanggal tersebut jumlahnya akan semakin berkurang," terang Thomas ketika dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Senin (12/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menerangkan alasannya fenomena hujan meteor perseid kali ini bertepatan dengan bulan purnama.
Fenomena ini bisa diamati di rasi bintang Perseus di belahan utara langit tanpa bantuan teleskop. Dinamakan perseid karena titik radian hujan meteor ini seolah-olah berasal dari arah rasi bintang Perseus.
[Gambas:Video CNN] (ndn/evn)