KPAI: Masyarakat Perlu Dilibatkan Untuk Awasi Media Massa

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 01:13 WIB
KPAI: Masyarakat Perlu Dilibatkan Untuk Awasi Media Massa Ilustrasi. (Istockphoto/mikkelwilliam)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan partisipasi masyarakat harus dilibatkan dalam pengawasan terhadap media massa khususnya media daring guna menghindari paparan konten negatif kepada anak-anak.

Sebab, menurut KPAI, media online kini masih menayangkan gambaran terkait tindakan negatif seperti penindasan di dunia maya atau cyber bullying, bukan seruan untuk menghindari intimidasi itu.

"Peran pengawasan itu tidak bisa dilakukan oleh instansi atau lembaga atau kementerian saja tetapi butuh pengawasan dari masyarakat juga," kata Komisioner Bidang Pornografi dan Cyber Crime KPAI Margaret Aliyatul Maimunah kepada awak media di Museum Nasional, Jakarta, Senin (12/8).

"Kenapa masyarakat penting? Untuk dikasih pemahaman literasi digital, kemudian harus paham kejahatan siber karena di situ fungsinya. Masyarakat bisa juga memberikan pengawasan karena kalau hanya mengandalkan KPAI saja berapa orang sih personelnya untuk menampung seluruh Indonesia Raya misalnya," sambung dia.


Ditanya apakah perlu dibentuk lembaga khusus untuk mengawasi peredaran konten di media massa, KPAI menyebut saat ini pengawasan terhadap konten tersebut sudah dilakukan dengan baik menurut fungsinya masing-masing.

Misal, dari sisi KPAI, Margaret menuturkan pihaknya sering mendapat pengaduan dari masyarakat soal siaran televisi atau radio yang tidak mendidik bagi anak. Lalu, dia berkolaborasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mengeluarkan peringatan kepada institusi terkait agar mengurangi siaran yang dapat berdampak negatif.

"Kalau KPAI lebih ke konten untuk perlindungan anak ya. Jadi sebenarnya bisa masuk kemana-mana tetapi berdasarkan konten, misalkan kita bersinggungan dengan KPI, maka kita bicara soal bagaimana siaran ramah anak pada lembaga penyiaran," jelasnya.

Namun KPAI tidak menyebutkan secara pasti, platform media massa mana yang paling banyak memberikan dampak negatif terhadap anak.

Namun menurut dia, semua platform media massa khususnya media sosial memberikan dampak negatif terhadap anak-anak.

"Semua platform berpengaruh ya karena masalahnya kan banyak kadang platform itu kan menyediakan 'rumah'. KPAI maunya platform itu tidak hanya menyediakan rumah tetapi mereka yang masuk ke Indonesia harus punya ketegasan, punya komitmen yang kuat terkait dengan proteksi anak di dunia siber," jelas Margaret. (din/age)