Mengenal Gempa Megathrust di Selatan Jawa Hingga Bali

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 15:59 WIB
Mengenal Gempa Megathrust di Selatan Jawa Hingga Bali Gempa bumi yang pernah mengguncang Bali, Juli 2019 lalu. (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan rentetan gempa bumi yang terjadi sepanjang Agustus 2019 terjadi di zona subduksi (megathrust) yang memanjang dari sebelah barat ujung Sumatera hingga menuju selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Zona Subduksi ini dinamakan Busur Subduksi Sunda. Aktivitas gempa signifikan ini tersebar dari Segmen Megathrust Mentawai-Siberut hingga Segmen Megathrust Sumba.

"Busur subduksi Sunda itu sama dengan megathrust di Selatan Jawa. Subduksi dari Aceh sampai Sumba itu disebut subduksi Sunda," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (13/8)



Daryono menjelaskan monitoring BMKG menunjukkan bahwa sejak awal Agustus 2019 telah terjadi rentetan aktivitas gempa bumi di Busur Subduksi Sunda.

"Diawali dengan peristiwa gempa kuat dan merusak di Banten berkekuatan M 6,9 pada 2 Agustus 2019 lalu, hingga 12 Agustus rentetan gempa masih terus mengguncang. 12 Agustus saja sudah dua kali wilayah selatan Bali dan Banyuwangi diguncang gempa berkekuatan M 4,9," jelasnya.

Daryono mengatakan rentetan gempa bumi sejak awal Agustus menarik untuk dicermati karena seluruhnya berpusat di zona subduksi. Terdapat variasi kedalaman pusat gempa sebagai sumber gempa tersebut.

"Memang ada variasi kedalaman hiposenternya, dalam hal ini ada pusat gempa yang sangat dangkal bersumber di zona subduksi muka (front subduction) tetapi ada juga yang berada di kedalaman menengah di zona transisi antara zona Megathrust dan Benioff," ungkapnya.

Megathrust adalah bagian dangkal suatu lajur subduksi yang mempunyai sudut tukik yang landai sedangkan zona Benioff adalah bagian dalam suatu lajur subduksi yang mempunyai sudut tukik yang curam. 

Daryono mengatakan BMKG mencatat adanya klaster yang aktivitas seismiknya meningkat secara mencolok. Klaster tersebut adah, zona selatan Bali dan Banyuwangi, zona Cilacap dan Pangandaran, dan Selat Sunda. 

"BMKG akan terus memonitor aktivitas seismik yang terjadi khususnya di tiga  zona duga aktif tersebut dan hasilnya akan segera diinformasikan kepada masyarakat," imbuhnya.

Berikut gempa signifikan yang terjadi di Busur Subduksi Sunda yang terjadi sejak awal Agustus 2019:

1. 2 Agustus 2019 Gempa Selatan Banten M 6,9
2. 3 Agustus 2019 Gempa Sukabumi M 4,4
3. 9 Agustus 2019 Gempa Sumba M 4,3
4. 10 Agustus 2019 Gempa Tasikmalaya dan Pangandaran M 4,0
5. 10 Agustus 2019 Gempa Tasikmalaya dan Pangandaran M 5,1
6. 11 Agustus 2019 Gempa Pariaman M 5,2
7. 11 Agustus 2019 Gempa Selatan Selat Sunda M 5,1.
8. 12 Agustus 2019 Gempa Selatan Bali dan Banyuwangi M 4,9

[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)