Netizen Ribut Karhutla Palangka Raya Dekati Permukiman Warga

cnnindonesia, CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 08:03 WIB
Netizen Ribut Karhutla Palangka Raya Dekati Permukiman Warga Ilustrasi (CNN Indonesia/Hafidz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang netizen mengeluhkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang sudah mulai mendekati permukiman warga.

Ia mengeposkan cuitan dengan foto dan video dengan rumah warga berlatar kemerahan karena terjadi karhutla di dekat pemukiman mereka.

Akun @lidyaidesma mencuitkan, "dear Bapak @jokowi @BNPB_Indonesia, butuh berapa RT supaya Bapak mau bantu kami? Karhutla jarak kurang dari 50m dari rumah warga. Armada minim. Ayolah Pak. Listrik di Jawa mati, Bapak turun tangan. Kami wisata asap disini, ditontonin doang."




Saat berita ditulis, cuitan ini telah mendapat 12,2 ribu retweet dan 5,4 ribu suka. Ia pun mencuitkan pemukiman disekitar karhutla masih ditempati warga. Karhutla ini terjadi disekitar Jalan Nagasari, Palangkaraya.



Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com dari Google Earth, kawasan sekitar jalan Nagasari memang masih dikelilingi tutupan tumbuhan, mulai dengan kerapatan rendah hingga sedang.

Netizen lain menyinggung soal kurangnya perhatian pemerintah terhadap masalah di Kalimantan. Ia mengeluh warga Kalimantan terbiasa dengan mati listrik, tidak heboh seperti di Jawa. Tapi, kini warga 'pesta kabut' di Kalimantan pun tetap kurang diperhatikan.



Netizen lain mencuitkan disediakannya posko oksigen oleh Walikota Palangkaraya bagi warga.



Berdasarkan data BNPB, jarak pandang di Palangkaraya pada Minggu (11/8) berjarak 5 km akibat kabut asap.



Akibatnya, Senin (12/8) sejumlah sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar di wilayah itu. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Sahdin Hasan bahkan meminta murid yang sudah terlanjur berangkat untuk kembali ke rumah.

Papan monitor Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Palangka Raya pada Senin pukul 07.40 WIB menunjukkan nilai ISPU dengan parameter PM10, partikel di udara yang berukuran kurang dari 10 mikron, sempat ada pada angka 650 atau sangat berbahaya.

Sedangkan menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pada Senin pagi konsentrasi PM10 di Kota Palangka Raya sempat mencapai 148,10 µgram/m3, mendekati batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien sebesar 150 µgram/m3.

Berdasarkan data infografis BNPB Selasa (13/8), kawasan Kalimantan Tengah merupakan salah satu kawasan yang memiliki titik api terbanyak.



Hingga saat ini CNNIndonesia.com masih mencoba mengontak BPBD Kalimantan Tengah untuk melakukan konfirmasi.

[Gambas:Video CNN] (eks)


ARTIKEL TERKAIT