Ia mengeposkan cuitan dengan foto dan video dengan rumah warga berlatar kemerahan karena terjadi karhutla di dekat pemukiman mereka.
Akun @lidyaidesma mencuitkan, "dear Bapak @jokowi @BNPB_Indonesia, butuh berapa RT supaya Bapak mau bantu kami? Karhutla jarak kurang dari 50m dari rumah warga. Armada minim. Ayolah Pak. Listrik di Jawa mati, Bapak turun tangan. Kami wisata asap disini, ditontonin doang."
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Netizen lain menyinggung soal kurangnya perhatian pemerintah terhadap masalah di Kalimantan. Ia mengeluh warga Kalimantan terbiasa dengan mati listrik, tidak heboh seperti di Jawa. Tapi, kini warga 'pesta kabut' di Kalimantan pun tetap kurang diperhatikan.
[Gambas:Twitter]
Netizen lain mencuitkan disediakannya posko oksigen oleh Walikota Palangkaraya bagi warga.
[Gambas:Twitter]
Berdasarkan data BNPB, jarak pandang di Palangkaraya pada Minggu (11/8) berjarak 5 km akibat kabut asap.
[Gambas:Twitter]
Akibatnya, Senin (12/8) sejumlah sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar di wilayah itu. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Sahdin Hasan bahkan meminta murid yang sudah terlanjur berangkat untuk kembali ke rumah.
Papan monitor Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Palangka Raya pada Senin pukul 07.40 WIB menunjukkan nilai ISPU dengan parameter PM10, partikel di udara yang berukuran kurang dari 10 mikron, sempat ada pada angka 650 atau sangat berbahaya.
Berdasarkan data infografis BNPB Selasa (13/8), kawasan Kalimantan Tengah merupakan salah satu kawasan yang memiliki titik api terbanyak.
[Gambas:Twitter]
Hingga saat ini CNNIndonesia.com masih mencoba mengontak BPBD Kalimantan Tengah untuk melakukan konfirmasi.
[Gambas:Video CNN] (eks)