Para astronom ini menemukan keanehan sebab mereka mengamati ada kecerahan dengan tingkat yang tidak wajar. Pendaran cahaya yang dideteksi ini punya intensitas dua kali lebih tinggi dari pengukuran pada lubang hitam lainnya.
Astronom yang terlibat dalam studi ini menyebut hal ini belum pernah terobservasi sebelumnya, seperti diungkap Do. Hal ini diungkap Tuan Do at the University of California, Los Angeles, yang telah menyelidiki lubang hitam selama bertahun-tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data ini berbeda dari pengamatan lubang hitam di masa lalu yang telah dikumpulkan dalam penelitian lain. Tapi, mengapa data ini bisa berbeda? Hal ini masih menjadi misteri besar dan para astronom tidak tahu jawabannya.
Lihat juga:NASA Kembali Temukan Lubang Hitam Raksasa |
"Pengukuran pada 2019 mendorong batas dari model statistik yang ada saat ini," jelas studi tersebut, seperti dilaporkan CNN.
Kemungkinan lainnya adalah perubahan kecerahan itu terjadi karena adanya perubahan fisik dalam aktivitas lubang hitam itu.
Apakah ini karena peningkatan pengumpulan materi? Para astronom mengatakan hal ini bisa dipastikan jika mereka telah mengumpulkan lebih banyak data. Terutama data terkait berbagai panjang gelombang cahaya yang dikumpulkan sepanjang sisa tahun ini dan di masa depan. Studi ini telah dipublikasikan pada jurnal Astrophysical Journal Letters. (eks)