Laporan itu tersedia dalam The Astrophysical Journal Letters yang tercantum di laman resmi Universitas Cornell. Astronom menjelaskan bahwa delapan sinyal tersebut berulang kali terdeteksi oleh teleskop radio Eksperimen Pemetaan Intensitas Hidrogen Kanada (CHIME).
Tertangkapnya sinyal FRB menjadi momentum bagi para astronom untuk mulai membangun basis data statis repeater, yang dapat membantu mereka untuk mengetahui secara spesifik sinyal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, enam FRB hanya berkedip satu kali dan memiliki jeda terpanjang antar sinyal lebih dari 20 jam. Sementara FRB kedelapan hanya berkedip sebanyak tiga kali.
"Saya pikir ada beberapa informasi yang sangat penting dalam struktur itu [sinyal] sehingga kita perlu mencari cara untuk menyandikan dan sangat menyenangkan untuk mencoba mencari tahu apa sebenarnya sinyal itu," tutur Pleunis.
Lihat juga:NASA Kembali Temukan Lubang Hitam Raksasa |
Sejauh ini, astronom berpendapat bahwa pendekatan CHIME terbukti sangat efektif dalam pendeteksian. Selain delapan sinyal yang terdeteksi, awal tahun 2019 CHIME juga berhasil mendeteksi dua sinyal yakni FRB 121102 pada Januari dan FRB 180814 bulan Februari. (din/age)