Menurut Airlangga penyesuaian itu sebagai cara untuk memuluskan target pemerintah dan produsen yang ingin menembus Australia sebagai destinasi ekspor. Australia saat ini tidak punya produsen otomotif, namun tingkat konsumsi mobil di sana cukup tinggi atau lebih dari 1 juta unit per tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di draft perpres disebut tertulis TKDN minimum 40 persen pada 2021-2023. Selain itu Airlangga mengatakan tahun depan komponen mobil listrik yaitu baterai akan diproduksi di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Airlangga tak mengungkap siapa produsen komponen itu dan di mana tepatnya aktivitas produksi bakal dilakukan.
"Jadi kalau mobil listrik itu dari segi komponen sampai bahan baku baterai cell itu akan produksi tahun depan. Sekarang beberapa baterai sudah bicara dengan kementerian. Mereka ada yang bicara meminta fasilitas-fasilitas tertentu. Jadi ya kami masih membuka kepada mereka yang akan investasi di Indonesia," kata Airlangga. (ryh/fea)