Suprajarto, Direktur Utama BRI, mengatakan, satelit baru akan membuat perusahaan punya jangkauan lebih luas, terutama untuk kawasan barat Indonesia. BRISat yang mengorbit di 150,5 Bujur Timur dipahami berada di Papua untuk meliputi kawasan Timur Indonesia.
Tiga tahun lalu BRISat diluncurkan ke orbit menggunakan roket Ariane 5 dari Bandar Antariksa Guyana di Kourou. Satelit ini menghabiskan dana Rp3,375 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Satelit BRI Sukses Capai Orbit di Papua |
"Satelit ini juga akan membuat BRI lebih efektif dan akurat dalam komunikasi, sehingga potensi bisnis juga makin besar," kata Suprajarto pada Rabu (14/8) seperti disitat dari Antara.
"Sebagai bagian manajemen risiko, dengan kondisi buruk diversity memang menjadi hal yang penting karena kami juga tidak bisa hanya mengandalkan BRISat. Meskipun saat ini untuk mencadangkan (data) kami juga sudah bekerja sama dengan operator telekomunikasi (satelit) lain, tapi akan lebih baik kalau kami punya sendiri," ucap Indra. (fea)