Status Gunungapi Indonesia, 4 Siaga, 18 Waspada

CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 16:44 WIB
Ilustrasi (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kamis (15/8) merilis laporan kebencanaan geologi terbaru sejumlah gunungapi aktif di Indonesia.

Dari total 69 gunung api yang diamati secara terus menerus, terdapat 4 gunung api level III (Siaga) termasuk Gunung Agung dan Gunung Sinabung. Sementara level II (Waspada) pada 18 gunung api termasuk Gunung Rinjani dan Gunung Tangkuban Perahu.

Secara keseluruhan, status gunung api terbagi menjadi 4, normal (level 1), waspada (level 2), siaga (level 3), dan awas (level 4).



1. Aktif Normal
Tidak ada perubahan aktivitas secara visual, seismik, dan kejadian vulkanik, tidak ada letusan hingga kurun waktu tertentu.

2. Waspada
Mulai meningkatnya aktivitas seismik dan mulai muncul kejadian vulkanik. Pada status ini juga mulai terlihat perubahan visual di sekitar kawah. Mulai terjadi gangguan magmatik, tektonik, atau hidrotermal, namun diperkirakan tak terjadi erupsi dalam jangka waktu tertentu.

3. Siaga
Ada peningkatan seismik, terlihat perubahan visual dan aktivitas kawah. Kondisi itu akan diikuti dengan letusan utama. Jika peningkatan kegiatan gunung api terus berlanjut, kemungkinan erupsi besar mungkin terjadi dalam kurun dua pekan.

4. Awas
Status Awas adalah kondisi paling memungkinkan terjadinya erupsi. Status Awas merujuk letusan utama yang dilanjutkan dengan letusan awal, diikuti semburan abu dan uap. Setelah itu akan diikuti dengan erupsi besar. Dalam kondisi ini, kemungkinan erupsi besar akan berlangsung dalam kurun 24 jam.

Berikut sejumlah gunungapi dengan status di level II dan III di Indonesia seperti dilansir dari situs PVMBG Kementerian ESDM.

Level II (Waspada)

1. Gunung Anak Krakatau (Selat Sunda)

Gunung Anak Krakatau (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Kondisi terkini sejak 25 Maret 2019 adalah Level II setelah sebelumnya mengalami intensitas erupsi cukup tinggi pada 27 Desember 2018.

2. Gunung Merapi (Jawa Tengah)

Dari pantauan CCTV kemarin hingga pagi ini terlihat awan panas guguran dengan jarak luncur 300-35-m dan guguran lava ke hulu kali Gendol. Kegiatan pendakian saat ini sangat tidak direkomendasikan. Status Merapi naik ke level II sejak 21 Mei 2018 karena meningkatnya aktivitas vulkanik.

3. Gunung Dukono (Maluku Utara)

Gunung yang terletak di Halmahera Utara ini relatif terus menerus mengalami letusan hingga saat ini. Dari kemarin hingga pagi ini terlihat tertutup kabut 0-III.

4. Gunung Ibu (Maluku Utara)

Gunung yang tercatat mengalami erupsi terus menerus sejak 2008. Saat ini berada di level II. Sempat terjadi beberapa kali gempa letusan, hembusan, hingga gempa tremor harmonik pada 14 Agustus 2019.

5. Gunung Gamalama (Maluku Utara)

Erupasi minor terjadi pada 4 Oktober 2018 hingga saat ini ditetapkan pada level waspada.

6. Gunung Kerinci (Jambi)

Pada 14 Agustus 2019 seismograf mencatat telah terjadi 90 kali gempa hembusan dan 1 kali gempa tektonik jauh.

Berlanjut ke halaman berikutnya: Status Gunung Bromo dan gunung lainnya (ndn/eks)
1 dari 2