Penampakan SUV bertuliskan Garuda cukup menghebohkan netizen menjelang tutup tahun lalu. Tak ada satu pun pihak Esemka yang bisa dihubungi untuk dimintai keterangan terkait kemunculan kendaraan penumpang itu.
Beberapa bulan berlalu, pihak Esemka akhirnya buka suara. Menurut Presiden Direktur SMK Eddy Wirajaya, mobil tersebut digunakan sebagai objek edukasi siswa-siswa SMK (sekolah menengah kejuruan).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu beberapa part terurai beli dari luar dan kolaborasi lokal, jadi kami training ke anak-anak," kata Eddy beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mengungkap Dua Perusahaan 'Gaib' Esemka |
Sementara itu Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto tak ingin berkomentar banyak terkait dugaan ganti emblem Esemka dengan menggunakan produk China.
Menurut Harjanto terpenting Esemka bisa menjadi produk yang diproduksi di Indonesia.
"Tanya sama mereka. Saya tidak tau. Yamh penting saya mendorong produksi dalam negeri," kata Harjanto.
Esemka saat ini sedang mempersiapkan debut melalui peluncuran pikap Bima. Merek yang punya fasilitas produksi di Boyolali, Jawa Tengah ini juga sedang mencari pemasok komponen lokal untuk mendukung produk perdananya tersebut. (ryh/mik)