India Loncat ke Euro VI, Dealer Mobil Umbar Diskon Besar

CNN Indonesia | Selasa, 20/08/2019 09:24 WIB
India Loncat ke Euro VI, Dealer Mobil Umbar Diskon Besar Suzuki Swift. (Dok. www.motor1.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan otomotif dan dealer di India saat ini sedang berusaha keras menghabiskan stok mobil menjelang diberlakukan regulasi emisi bahan bakar baru yang lebih ketat, Bharat Stage (BS)-VI pada enam bulan dari sekarang. Salah satu strategi yang digunakan yaitu menawarkan diskon besar-besaran.

BS merupakan standar emisi dari pemerintah India yang mengatur polusi udara dari mesin pembakaran dalam. BS-I yang ditetapkan dari standar emisi Euro 1 sudah diterapkan sejak 2000 dan terus berkembang sampai BS-IV diterapkan pada April 2017.
India bakal melewatkan BS-V dan langsung menuju BS-VI (dari referensi Euro 6). BS-VI berlaku wajib di seluruh India pada April 2020.

Pada 31 Maret 2020 merupakan hari terakhir mobil BS-IV yang saat ini diproduksi bisa dijual. Setelah itu, bila mobil itu belum laku, maka terpaksa jadi terbengkalai.


Menurut penjelasan Indian Express penjualan otomotif di India pada saat ini berada pada titik terendah selama dua dekade terakhir dan dealer bermasalah dengan banyaknya stok unit. Strategi pemberian diskon digunakan untuk melancarkan stok unit keluar dengan iming-iming pada konsumen bahwa saat ini tepat membeli mobil.

Dealer Suzuki, Hyundai, dan Honda diketahui sekarang menawarkan diskon terbesar. Suzuki diketahui memberi potongan harga pada mobil populer mereka, Dzire, sebesar 50 ribu rupee atau sekitar Rp10 juta.

Bila ditambah bonus lainnya, seperti asuransi dan aksesori gratis, nilai diskon bisa sampai 70 ribu rupee (Rp14 juta). Sementara buat Dzire varian diesel diskonnya bisa lebih besar 20 ribu rupee (Rp4 juta).

Model Suzuki lainnya, Swift diesel, kena potongan harga 43 ribu rupee (Rp8,5 juta). Sedangkan Baleno dan Vitara Brezza dijual dengan rabat 40 ribu - 60 ribu rupee (Rp8 juta - Rp12 juta).

Merek lain, Hyundai, menawarkan diskon 60 ribu rupee (Rp12 juta) pada i10 dan 35 ribu rupee (Rp7 juta) pada Xcent.

Indian Express juga menjelaskan pada umumnya dealer mendapatkan margin 3-6 persen setiap penjualan mobil. Sebagian margin itu rela dikorbankan agar disubstitusi menjadi diskon buat konsumen. (ryh/fea)