Sebab, seluruh materi di alam semesta tersusun dari atom yang terdiri dari proton, neutron, dan elektron. Partikel Kaon ini merupakan salah satu bagian yang menyusun proton dan neutron. Penyusun proton dan neutron ini dikenal dengan pentaquark (lima quark).
Salah satu dari kelima quark ini adalah partikel Kaon atau dikenal juga sebagai partikel aneh. Kaon sering disebut 'aneh' karena bila diproduksi, partikel ini selalu berdampingan dengan hyperon. Dengan temuan partikel ini, memungkinkan partikel disusupi dalam nukleus atau inti atom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut kata Terry, penelitian partikel kaon bisa menuju pada pencarian energi alternatif. Partikel kaon ini masuk dalam kategori nuklir hiper. Menurut LIPI, nuklir hiper diamati melalui radiasi sinar kosmik yang jatuh di ketinggian sekitar 26 kilometer di atas permukaan Bumi.
Lihat juga:Elon Musk Ingin Jatuhkan Bom Nuklir di Mars |
Ditanya apakah Terry telah mengembangkan partikel kaon itu ke arah energi nuklir, dia mengatakan masih ada proses yang harus dilewati untuk membentuk partikel menjadi sebuah energi. Selain itu dia mengatakan umur nuklir tidaklah lama sebab cepat sekali meluruh atau gugur.
"Energi itu sebenarnya untuk beberapa step lagi tapi kita tahu bahwa kalau orang memanfaatkan energi nuklir, itu yang dimanfaatkan adalah spektrum energi. Nuklir ini kan hidupnya sangat singkat jadi cepat sekali meluruh," tuturnya. (din/eks)