Jika merunut pada penamaan Android, Google seharusnya menggunakan nama makanan penutup berawalan alfabet Q.
Padahal tradisi Google selama aini menyematkan nama makanan penutup sesuai susunan alfabet. Mulai dari Android, Cupcake, Donut, Eclair, Froyo, Gingerbread, Honeycomb, Ice Cream Sandwich, Jellybean, KitKat, Lollipop, Marhsmallow, Nougat, Oreo, dan Pie.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rasanya seperti waktu yang tepat untuk melakukan perubahan ini," ucapnya.
Foto: Screenshot via Blog Google |
Dalam blog resminya, Google mengakui jika penamaan sistem operasi menyanangkan, namun cara ini ternyata sulit dipahami orang dari negara-negara tertentu.
"Misalnya, L dan R tidak dapat dibedakan saat diucapkan dalam beberapa bahasa. Jadi ketika beberapa orang mendengar kami mengatakan Android Lollipop keras, itu tidak jelas secara intuitif bahwa merujuk ke versi setelah KitKat," tulis Sameer Samat, wakil manajemen produk Android.
"Seiring kami terus membangun Android untuk semua orang di komunitas, merek kami harus inklusif dan dapat diakses mungkin - dan kami pikir kami bisa melakukan yang lebih baik dalam beberapa cara," tulis Google.
Selain menggunakan nama baru, Google juga menampilkan logo Android yang terlihat lebih modern. Robot Android yang semula berwarna hijau kini hanya tampak bagian kepalanya saja. Sementara tulisan Android yang awalnya berwarna hijau kini berubah menjadi hitam dengan dalih agar lebih mudah dilihat.
[Gambas:Video CNN] (ndn/evn)
Foto: Screenshot via Blog Google