Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu mengungkap temuan tersebut disebar oleh ratusan ribu pemilik akun media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube.
"Pemerintah menyimpulkan meskipun situasi dan kondisi di beberapa kota di Papua dan Papua Barat mulai berangsur pulih, namun distribusi dan transmisi informasi hoaks, provokatif, dan rasis masih terbilang tinggi. Setidaknya 33 item [hoaks] dan total 849 URL informasi palsu dan provokatif terkait isu Papua telah diidentifikasi," tulis Ferdinandus melalui keterangan rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (23/8) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekali lagi Kominfo mengimbau para warganet untuk tidak ikut mendistribusikan dan mentransmisikan informasi elektronik yang masih diragukan kebenarannya atau terindikasi hoaks," kata Nando.
Sebelumnya, perlambatan akses dilakukan secara bertahap sejak Senin (19/8) pukul 13.00 WIT. Namun, sekitar pukul 20.30 WIT akses telekomunikasi dinormalkan kembali.
Saat itu Kemenkominfo berhasil mengidentifikasi dua hoaks. Pertama hoaks foto warga Papua tewas dipukul aparat di Surabaya dan kedua hoaks yang menyebutkan bahwa Polres Surabaya menculik 2 orang pengantar makanan untuk mahasiswa Papua. (din/age)