Tips Otomotif

Salah Kaprah Pakai Cairan Rem Bekas Sebelum 'Touring'

fea, CNN Indonesia | Minggu, 25/08/2019 17:49 WIB
Salah Kaprah Pakai Cairan Rem Bekas Sebelum 'Touring' Cairan rem merupakan bagian dari sistem rem hidraulika yang mengandalkan cairan untuk memerintahkan kampas rem menjepit cakram. (Foto: Istockphoto/12875116)
Jakarta, CNN Indonesia -- Cairan rem bukan komponen kendaraan yang cepat rusak, namun barang ini punya batas waktu untuk diganti. Menurut salah satu produsen komponen cairan rem penggantian, cairan rem direkomendasikan setahun sekali atau 20 ribu km untuk mobil dan 10 ribu km buat sepeda motor.

"Ini mana yang tercapai lebih dulu," jelas Taqwa Suryo Swasono, ahli sekaligus pembicara yang dihadirkan Autochem saat presentasi seluk beluk cairan rem beberapa waktu lalu.

"Mesti diingat, kenapa ketat sekali harus satu tahun atau 20 ribu km (mobil) atau 10 ribu km (motor)? Saya belum pernah menemukan tutup master silinder yang tertutup sepenuhnya seperti kemasan produknya, kalau bisa dibuka ditutup dengan gampang artinya dia (bisa) terkontaminasi dengan udara," kata Taqwa lagi.


Cairan rem merupakan bagian dari sistem rem hidraulika yang mengandalkan cairan untuk memerintahkan kampas rem menjepit cakram. Cairan ini punya sifat higroskopis yang berarti mudah mengisap dan melepaskan uap air, sifat itu dikarenakan terdapat kandungan material glikol di dalamnya.

Sifat higroskopis itu yang membuat komponen ini lebih pantas disebut cairan rem ketimbang minyak rem. Seperti diketahui minyak punya sifat menolak air.

Di dalam sistem rem higroskopis, cairan rem bergerak dalam ruang hampa. Kebocoran udara, salah satunya membuka-tutup master silinder, bisa membuatnya terkontaminasi uap air. Kontaminasi air yang terlalu tinggi sanggup merendahkan kemampuan cairan rem bekerja pada suhu tinggi.

Taqwa mengingatkan juga satu kebiasaan kurang baik pemilik kendaraan, yaitu memakai cairan rem sisa yang sudah tersimpan lama. Menurut dia cairan rem seperti itu lebih memungkinkan terkontaminasi udara.

"Yang lebih ngeri lagi, misal 1 Januari diganti cairan remnya, terus sisanya dipajang. Begitu mau touring tahun depan dipakai deh itu sisanya. Ini bisa saja terjadi," ujar Taqwa.

Kemampuan cairan rem disebut tidak bisa ditakar pakai perasaan atau dugaan. Hitungan saban tahun ganti cairan rem atau 20 ribu km untuk mobil dan 10 ribu km buat motor menurut Taqwa ditemukan lewat penelitian. (fea)