"Kebakaran karena di situ ada banyak (tambang) batu bara lalu ladang gambut. Kalau terkena panas matahari itu [gambut] malah bisa terbakar sendiri," kata Danny saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Senin (26/8).
Sebelumnya, LIPI menyebut wilayah Kalimantan Timur berpotensi gempa paling tinggi di antara wilayah Kalimantan lainnya. Terutama kawasan sebelah selatan kota Samarinda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya mudah terbakar, api dalam lahan gambut pun sulit dipadamkan sehingga kebakaran bisa berlangsung lama.
Sementara kebakaran gambut bisa menimbulkan kerugian ekonomi, hilangnya aset, korban jiwa, dan menimbulkan berbagai penyakit pernapasan.
Sementara itu, Badan Restorasi Gambut (BRG) telah menjalankan pembasahan lahan gambut. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran gambut jika terjadi kembali kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahkan menetapkan enam provinsi dalam kondisi darurat untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun ini.
Enam dari tiga provinsi itu antara lain berada di Pulau Kalimantan, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan. Sebab tiga provinsi ini memiliki lahan gambut yang cukup luas. (din/eks)