Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengatakan pihaknya bakal menggelar aksi demo pada Jumat (30/8). Agenda ini maju setelah sebelumnya menyatakan bakal melakukan protes pada Selasa (3/9).
Igun sebelumnya menyebut 10 ribu massa pengemudi ojek online dari beragam daerah di Indonesia siap untuk melakukan unjuk rasa di Kedubes Malaysia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Gojek Angkat Suara Soal 'Buat Orang Miskin' |
"Untuk sementara kami tetap lanjut (demo di depan Kedubes Malaysia)," kata Igun saat dihubungi via telepon, Rabu (28/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Shamsubahrin Ismail, menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya dalam jumpa pers di Kuala Lumpur, seperti dilansir Malay Mail, Rabu (28/8).
"Tuntutannya agar tidak ada terulang lagi hal yang sama. Maka kami mohon agar pernyataan maaf dilakukan secara siaran langsung ditujukan kepada Rakyat Indonesia dan ojek online Indonesia," ujar Igun.
Shamsubahrin telah menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang menyulut kecaman di Indonesia. Sebelumnya Shamsubahrin menolak keras kehadiran ojek online (Gojek) di Malaysia dan menyebut pekerjaan itu hanya cocok buat masyarakat miskin di Indonesia.
"Saya mendapat sejumlah pesan yang masuk ke ponsel dari rekan-rekan di Indonesia, dan juga pengemudi Gojek. Kebetulan saya ada di dalam grup WhatsApp pengemudi Gojek dan Grab. Saya harap tidak ada demonstrasi dan hubungan negara tetap baik," ucap Shamsubahrin kemudian. (ryh/mik)